BAND ACEH – Massa membakar Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang, Selasa, 23 Oktober 2018 siang, setelah mengetahui seorang tahanan kasus narkotika berinisal AY (31) tewas diduga dianiaya oknum polisi. Selain Mapolsek, satu mobil patroli dan sejumlah motor hangus terbakar.

Informasi dihimpun, foto-foto jasad AY beredar di sosial media. Terdapat sejumlah bekas luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.

Namun, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Misbahul Munauwar, mengatakan, kasus kematian AY masih terus ditelusuri untuk mendalami penyebab tahanan itu tewas.

“Masih diselidiki penyebab tewasnya bandar sabu yang ditangkap, proses musyawarah hingga kini masih berlangsung,” ujar Misbahul saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Oktober 2018.

Misbahul tak berkomentar banyak saat ditanya tentang dugaan penganiayaan terhadap korban yang dilakukan oleh oknum petugas polsek. Begitu juga dengan bekas luka di tubuhnya. “Kita tunggu hasil pemeriksaan dan hasil visum,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, massa membakar Mapolsek Bendahara bermula akibat tewasnya AY (31), tak lama setelah ditangkap, Selasa (23/10) dini hari.

Menurut polisi, AY sempat melawan dan berusaha melarikan diri usai ditangkap, sehingga polisi bertindak tegas. Namun kondisi AY memburuk hingga akhirnya tewas, sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Pihak keluarga yang tak terima dengan kematian AY kemudian mengamuk. Bersama warga lain, mereka datang ke Mapolsek Bendahara

“Mengetahui hal itu secara spontan warga langsung mendatangi polsek dan membakarnya. Mengakibatkan sejumlah ruangan hangus dilalap api, termasuk sejumlah kendaraan operasional milik polsek pun ikut dibakar,” ujar Misbahul.

Meski kondisi di Mapolsek Bendahara sudah kondusif, tapi seluruh anggota polisi yang bertugas di sana kini sedang diperiksa.

“Kapolsek dan anggota, khususnya anggota yang terlibat langsung dengan penangkapan pengedar sabu itu kini masih diperiksa,” ujar Misbahul.

[]Sumber: kumparan.com