BANDA ACEH – Rasa penasaran masyarakat Aceh tentang letak istana Daruddunia, milik kepala negara Kesultanan Aceh Darussalam kini bisa terobati. 

Telah ditemukan sebuah peta yang dibuat oleh Belanda setelah mereka merebut istana tersebut pada tahun 1874, pada serangan kedua, setelah  mereka kalah pada serangan pertama dan Kohler tewas.

Pengurus Pedir Museum, Masykur Syafruddin, mengatakan, peta tersebut disimpan di KITLV dan direpro oleh Irfan M Nur.

Sebagaimana yang dibacakan oleh pemandu stan, Khairul Hidayat dan Muhajir, peta itu berskala 1 cm : 40 meter. Dengan skala dan peta tersebut, maka panjang istana Daruddunia sekitar 640 meter, dengan lebar sekitar 400 meter. Luasnya adalah 256.000 m2.

Istana ini dikelilingi oleh parit sedalam 2,8 meter dengan lebar 6 meter, lalu ke dalamnya ada benteng selebar sekira sebelas meter dengan tinggi bervariasi antara 1,9 sampai 3,8 meter.

Peta Istana Daruddunia tersebut dipamerkan di stan Pedir Museum Piasan Seni Banda Aceh 2017, di Taman Bustanussalatin atau Taman Sari, Banda Aceh, 19-21 Mei 2017.

Di stan Pedir Museum juga, aktivis kebudayaan Thayeb Loh Angen membuka kelas menulis Sekolah Hamzah Fansuri untuk anak usia SD, diikuti oleh 9 orang pelajar dari lima SD di Aceh Besar dan Banda Aceh.

Piasan Seni Banda Aceh merupakan program seniman yang diusulkan kepada pemerintah masa Mawardy Nurdin dan Illiza memimpin kota Banda Aceh, dimulai pertama pada tahun 2012.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat pembukaan, Illiza mengatakan, Piasan Seni merupakan wadah ekspresi seniman di Kota Banda Aceh, yang menjadi program unggulan dinas kebudayaan dan pariwisata kota Banda Aceh.

“Saya mengharapkan, wali kota dan wakil wali kota serta DPRK ke depan melanjutkannya,” kata Illiza.[]