Karya Taufik Sentana. Peminat puisi dan kajian sosial.

Dapatkah kita mendengar gugur daun?
Sebagaimana aku pernah ditanya sang guru,
tentang bagaimana mendengar suara dari yang
bertepuk sebelah tangan?

Pintu terkunci
dan jendela berjeruji,
dengan dinding tebal kebenaran nisbi
dan suara itu hanya mengisi ruang, sebelum ia melebur ke dalam gelombang
hingga ke tangga langit.

Suara lainnya dijemput cahaya menuju Pemiliknya. Itulah suara yang tak bisa kau lipat. Suara dari yang sakit dan yang tak pernah engkau jenguk atau suara desah dari lisan yang Basah.

Suara itu mungkin akan beralih wujud menjadi krikil panas di dua dunia.[]