Tidak ada. Kita harus menghafal gabungan kata atau kata majemuk yang ditulis serangkai, sama seperti kita harus menghafal kata kerja tak beraturan (irregular verb ) dalam bahasa Inggris. Untunglah jumlah kata majemuk yang ditulis serangkai ini tidak banyak dan hampir semua kata majemuk ditulis terpisah. Jangan khawatir, lama-lama pasti hafal.
Berikut ini daftar 52 kata majemuk bahasa Indonesia yang ditulis serangkai:
acapkali; adakalanya; akhirulkalam; alhamdulillah; apalagi; astagfirullah; bagaimana; barangkali; beasiswa; belasungkawa; bilamana; bismillah; bumiputra; daripada; darmabakti; darmasiswa; darmawisata; dukacita; halalbihalal; hulubalang; kacamata; kasatmata; kepada; keratabasa; kilometer; manakala; manasuka; mangkubumi; matahari; olahraga; padahal; paramasastra; peribahasa; perilaku; puspawarna; radioaktif; saptamarga; saputangan; saripati; sebagaimana; sediakala; segitiga; sekalipun; silaturahmi; sukacita; sukarela; sukaria; syahbandar; titimangsa; waralaba; wasalam; wiraswata.
Mengapa kata-kata ini dikecualikan dari kaidah pemisahan kata majemuk? Pedoman EYD hanya menyebutkan alasan “dirasakan sudah padu benar”. Perasaan siapa yang menjadi patokan? Apa kriterianya? Kalau ada waktu dan tenaga, bisa saja kita mencoba untuk mencari jawaban itu, tetapi saya pikir lebih praktis untuk menghafal saja dan menganggapnya sebagai kekhasan suatu bahasa. Toh kita juga tidak perlu mencoba mencari jawaban mengapa do berubah menjadi did dan done dalam bahasa Inggris.
Hal ini juga berlaku pada kata “olahraga”, sehingga harus ditulis serangkai. Menurut KBBI, ejaan yang baku adalah olahraga. Menurut pedoman EYD, kata majemuk ditulis terpisah, kecuali untuk beberapa kata yang dirasakan sudah padu benar. Olahraga termasuk pengecualian ini dan merupakan satu-satunya kata dalam bidang olahraga yang ditulis serangkai. Istilah lain — sepak bola,bulu tangkis, bola voli, tenis meja, dll. — ditulis terpisah. Kata majemuk turunan olah lainnya, seperti olah gerak dan olah nafas , pun ditulis terpisah.
Mengapa olahraga dikecualikan dari kaidah pemisahan unsur kata majemuk? Konon ini adalah permintaan pihak pembina olahraga Indonesia agar singkatannya cukup “O”, bukan “OR”. Dengan demikian, PON (Pekan Olahraga Nasional) tidak disingkat PORN dan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) tidak disingkat KORNI. Namun, bukankah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia pun disingkat PBSI dan bukan PBTSI?
Kata majemuk juga ditulis serangkai saat diberi awalan dan akhiran sekaligus, meskipun ia ditulis terpisah kala berdiri sendiri, misalnya tanda tangan, bertanda tangan, dan menandatangani.
Sumber: beritagar.id, Ivan Lanin

