BANDA ACEH – Juru Bicara Partai Aceh Suadi Sulaiman menyebutkan perlunya tiga prinsip yang harus ada dalam jiwa calon pemimpin Aceh masa depan. Tiga prinsip yang dimaksud kesemuanya bersandar kepada firman Allah yang termaktub dalam Alquran.
“Prinsip pertama yang perlu ada pada calon pemimpin adalah mendasari kepada Asmaul Husna, yang diantaranya ada pada kepribadian H Muzakir Manaf dan jiwa Toke Seu-Uem, yaitu prinsip Ar Rahman dan Ar Rahim,” kata pria yang akrab disapa Adi Laweung tersebut saat berbicara di hadapan massa deklarasi pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Langsa, Usman Abdullah-Marzuki, di Langsa, Senin, 29 Agustus 2016.
Menurutnya meskipun H Muzakir Manaf merupakan mantan panglima, tetapi jiwa kasih sayangnya selalu ada untuk rakyatnya. Begitu pula Usman Abdullah yang dikenal dengan sebutan Toke Seu-Uem.
“Walaupun nan geuh Seu-Uem tapi jiwa Ar Rahman dan Ar Rahim na bak Toke Seu-Uem. Peu beutoi?”
Menurutnya prinsip Ar Rahman dan Ar Rahim ini yang pertama menjadi dasar bagi kepemimpinan Aceh ke depan.
Kemudian Adi Laweung menyebutkan prinsip kedua yang harus dimiliki pemimpin Aceh masa depan adalah rahmatan lil'alamain. “Prinsip ini pula yang melekat pada mantan panglima H Muzakir Manaf,” katanya.
Selanjutnya, Adi Laweung mengatakan pemimpin Aceh masa depan juga diperlukan orang yang lemah lembut.
“Prinsip inilah yang perlu kita ikat pada pemimpin Aceh masa depan. Keupeu pemimpin carong tapi gasa, keupeu pemimpin Professor doktor tapi goblok,” katanya.
Adi menyebutkan tiga prinsip itu dapat dikolaborasikan menjadi satu. Lalu dia mengutip ayat Alquran yang artinya kira-kira perlunya seorang mukmin mencintai tanah airnya.
“Bangsa Aceh wajib cinta tanah air karena cinta pada tanah kelahiran adalah setengah bahagian daripada iman,” ujarnya.[](bna)

