AISYAH sering disebut-sebut sebagai pengusung panji ilmu. Ia sangat cerdas dalam memahami situasi kejadian saat itu. Aisyah menjadi wanita andalan kaumnya dalam persoalan-persoalan rumah tangga.
Saat kecil, Aisyah tumbuh dan terdidik oleh tangan seorang ahli agama, murid langsung Rasulullah. Bukankah beliau adalah hamba-Nya yang memiliki keteladanan sempurna, diciptakan-Nya dengan akhlak terindah? “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung,” (Al-Qalam: 4)
Komentar tentang kecerdasan Aisyah dinyatakan oleh Az-Zuhri: “Andaikata semua ilmu yang dimiliki istri-istri Rasulullah dikumpulkan, belum dapat menandingi ilmu yang dimiliki Aisyah.”
Aisyah sendiri memiliki potensi untuk menyerap berbagai ilmu. Kesukaannya mendengarkan dengan seksama, selalu bertanya ketika para ahli pengobatan datang saat Rasulullah sakit menjelang wafat, membuat ia memperoleh ilmu pengobatan.
Dalam Muttafaq Alaih sebanyak 174 hadis. Karena itu, ulama hadis mengatakan bahwa Aisyah termasuk perawi hadis yang banyak periwayatannya.
Begitulah Aisyah. Pandai dalam tafsir, lihai dalam syair dan berbagai ilmu lainnya. Begitu lancar dan fasih lidah Aisyah. Kalau ia berbicara, kalimatnya mempesona pendengarnya, dan bila menyusun kata-kata dapat menyentuh kalbu mereka.
Al-Ahnaf bin Qais membuat penilaian tentang pribadi Asiyah:
“Saya pernah mendengar khotbah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan khalifah-khalifah yang lain hingga saat ini, tetapi saya tak pernah mendengar dari lidah makhluk Allah yang lebih fasih dan lancar daripada Aisyah. Juga Musa bin Thalhah berkata tentang Aisyah: “Saya tidak pernah mendengar suatu hujah yang lebih fasih dari kefasihan Aisyah.”
Sungguh, alangkah cantiknya Aisyah, bukan hanya cantik fisik tapi juga memiliki hati dan pemikiran yang cerdas. Bila semua kaum hawa saat ini melayakkan diri seperti Aisyah yang memiliki hiasan diri luar dalam, maka tentu akan memesona. Karena dunia terlalu besar jika hanya mengandalkan kecantikan.[] Sumber: inilah.com



