BANDA ACEH – Ada pemandangan yang tak biasa saat masuk gerbang Kompleks Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, Banda Aceh, hari ini. Biasanya hanya jejeran sepeda motor dan deretan kedai fotokopi yang ada di sana, akan terapi hari ini, Kopelma Darussalam disulap menjadi pasar daging.
Tradisi meugang di Aceh telah mampu membawa penjual daging untuk masuk ke kompleks kampus. Jejeran daging segar memerah sudah terlihat sejak turun dari jembatan Lamnyong. Bau khas daging pun mulai tercium sepanjang jalan masuk ketiga kampus besar di Aceh tersebut. Itulah pemandangan sekilas meugang pertama di kota pelajar-mahasiswa Darussalam, Banda Aceh, Sabtu, 4 Juni 2016.
“Bang piyoh Bang, sie murah nyoe,” ucap seorang penjual daging kepada setiap orang yang melintas di depan lapaknya.
“Dek, cok aju nyoe. Lon bie murah,” timpal pedagang lain kepada mahasiswi yang melihat kondisi daging sapi yang tergantung tersebut.
Sejak pagi lapak jualan yang hanya dibuat dari kayu itu banyak dikerumuni konsumen. Umumnya yang berbelanja di sana adalah mahasiswa yang tak pulang kampung saat meugang Ramadan. Tak hanya kalangan pelajar atau mahasiswi, penduduk sekitar juga mencari daging segar di sana.
“Ya, lebih dekat kalau beli daging di sini. Kalau pun ke Peunayong harganya pun paling cuma beda 5 ribu,” ucap salah seorang warga.
Harganya pun dinilai relatif sama, sekilo daging dapat dibnbdrol Rp140 ribu. Walaupun ada tawar menawar harga daging di sana tak sampai turun di bawah 130 perkilogram. Seperti ada kesepakatan, harga daging lapak satu dengan yang lainnya hampir sama.
“Sikiloe peut blah mantong meunyoe keu droeneuh,” ucap penjual daging yang paling dekat dengan gerbang saat portalsatu.com melihat daging sapi yang digantung di sana.
“Neu cok laju, baro that nyoe. Jeh hai neu kalon ile, lagak that asoe,” ucapnya sembari memperlihatkan irisan warna merah pada daging tersebut.
Pedagang di sekitar lapak daging pun tak terlihat risih dengan bau amis darah daging dan aroma tetelan lemak itu. Semua terlihat biasa saja seperti keadaan normal. Ternyata keadaan yang demikian sudah lazim terjadi di depan gerbang Kopelma. Jelang Ramadan atau pada tradisi meugang memang banyak penjual daging yang menjajakan dagangannya di sekitar kampus.
“Iya, setiap tahun seperti ini. Menjelang Ramadan atau pas hari meugang memang banyak jualan daging di sini. Kita pun mudah kalau mau beli daging,” ucap Isvani, mahasiswa tingkat akhir di salah satu kampus yang berada di Kopelma.
Hari ini Kopelma Darusalam bertambah ramai dengan warna dan aroma baru, yakni daging sapi. Tradisi meugang memang menjadi hari di mana mayoritas masyarakat Aceh menikmati masakan daging. Bahkan di Aceh meugang dilaksanakan dua hari, baik sebelum Ramadan maupun Idul Fitri atau Idul Adha.[]




