SUBULUSSALAM – Setelah beberapa bulan dirawat di rumah, akhirnya Darma Simamora, 58 tahun, penduduk Kampung Penanggalan Timur, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh untuk menjalani pengobatan.

Darma Simamora bersama keluarga berangkat ke Banda Aceh pada, Sabtu, 29 April 2017 malam. Keberangkatan keluarga miskin ini tak terlepas dari bantuan dari masyarakat yang merasa peduli terhadap kondisi penyakit yang diderita Darma Simamora pasca operasi usus buntu beberapa bulan lalu di Medan.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Subulussalam, Edi Sahputra kepada portalsatu.com, Minggu, 30 April 2017 mengatakan kunjungan YARA bersama KNPI dan Kepala Dinas PU, Ansari ST (Ogek Anas) dan beberapa orang masyarakat waktu itu menimbulkan rasa kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi penyakit yang dialami keluarga miskin tersebut.

“Kita baru tahu hal ini melalui media sosial yang dipublikasi melalui akun Facebook milik Junaidi Berutu,” kata Edi.

Baca: Pria Miskin Ini Bertahan Hidup Melawan Usus Buntu

Setelah berkunjung ke rumah Darma Simamora, YARA, KNPI dan Ogek Anas serta beberapa elemen melakukan musyawarah untuk melanjutkan pengobatan dan meringankan beban pasien selama dirawat di Banda Aceh.

“Kita duduk bersama rekan-rekan agar bisa bermusyawarah untuk meringankan beban pasien sehingga pengobatannya berlanjut dan keluarga pasien terbantu kebutuhan hidupnya selama berobat di Banda Aceh,” kata Edi yang turut mendampingi pasien di RSUD Kota Subulussalam sebelumnya bertolak ke Banda Aceh tadi malam.

Edi Sahputra mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan YARA di Banda Aceh untuk mendampingi pasien saat berobat di rumah sakit, termasuk menjalin komunikasi dengan Baitul Mal Provinsi Aceh.[]