BANDA ACEH – Pasukan Pemerintah Suriah bersama sekutu mempersempit wilayah pemberontak di Aleppo, Suriah, Senin, 9 Mei 2016. Jet tempur turut dikerahkan untuk menyisir daerah-daerah yang dikuasai gerilyawan.

Dilansir dari reuters.com, Amerika Serikat dan Rusia yang mendukung pihak berseberangan dalam perang sipil ini mengaku akan mengupayakan perjanjian gencatan senjata di negara bagian selama beberapa pekan. 

U.S. Secretary of State John Kerry, mengatakan, semua pihak harus mendesak masing-masing kubu untuk merealisasikan “kata-kata di secarik kertas” menjadi tindakan agar kesepakatan gencatan senjata tercapai.

Sementara itu, pesawat tempur terus menghantam Khan Touman, kota sebelah barat daya Aleppo. Pasukan pemberontak juga dikabarkan terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah di timur Damaskus. Masih berdasarkan lansiran reuters.com, juga disebutkan jet pemerintah turur menghancurkan wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak seperti Kota Maarat al-Numan dan Idlib.

Pertempuran ini merupakan sebuah catatan baru sepanjang pertumpahan darah di Aleppo selama sepuluh pekan yang telah meluluhlantakkan kota terbesar di Suriah ini. Kesepakatan damai yang sebelumnya berhasil dilakukan, menemui jalan buntu setelah kedua belah pihak saling menuding melakukan pelanggaran pada bulan lalu.

Menyikapi hal ini, Rusia dan Amerika Serikat mengaku akan terus meningkatkan upaya membujuk pihak yang bertikai untuk mematuhi gencatan senjata. 

“Kami telah memutuskan untuk menegaskan kembali komitmen kami untuk (gencatan senjata) di Suriah dan untuk mengintensifkan upaya untuk memastikan implementasi nasional,” kata mereka. “Kami menuntut agar pihak yang bertikai menghentikan setiap serangan membabi buta terhadap warga sipil, termasuk infrastruktur sipil dan fasilitas medis.” (selengkapnya baca: reuters.com).[] (bna)