IDLIB – Ratusan mushaf Alquran dibagikan untuk anak-anak Suriah di salah satu panti asuhan di Reyhanli. Ratusan Alquran tersebut diberikan tim Aksi Cepat Tanggap karena sebagian Alquran mereka sudah rusak dan lusuh. Bahkan untuk membacanya tak jarang mereka memakai Alquran bersama-sama untuk dibaca bergantian.
Selain itu, usai meningkatnya intensitas serangan udara dan eskalasi konflik di Provinsi Idlib hingga ke pusat kota Idlib, ribuan warga Idlib kembali mengungsi ke wilayah utara untuk mencari tempat aman dari serangan pesawat tempur. Sejak Desember 2019, total 358.000 warga Suriah sudah meninggalkan rumah mereka di Idlib. PBB menyebut, kebanyakan para pengungsi itu adalah perempuan dan anak-anak.
Bukan hanya menghadapi ancaman keamanan, para pengungsi juga harus menghadapi cuaca musim dingin yang tidak bersahabat. Hingga kini, para pengungsi masih terus membutuhkan bantuan musim dingin berupa paket pangan, tempat tinggal, pakaian.[](rilis)



