BLANGKEJEREN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai PKB H. Irmawan mengaku miris melihat kondisi Kabupaten Gayo Lues saat ini. Hampir di segala bidang, semuanya paling terbelakang.

“Kita sebagai orang Gayo tidak ada yang bisa kita banggakan saat ini, mulai dari perekonomian warga, pendidikan, maupun bidang olahraga semuanya paling belakang,” katanya di hadapan ratusan warga Desa Bustanusalam, Kecamatan Blangkejeren, Sabtu malam, 9 November 2024.

Anggota DPR RI asal Gayo Lues itu menjelaskan saat ini Kabupaten Gayo Lues merupakan daerah termiskin se-Aceh dan pendidikan nomor 23 dari 23 kabupaten kota se-Aceh berdasarkan data statistik.

“Begitu juga dari segi agama, MTQ yang digelar Provinsi Aceh beberapa bulan yang lalu, Gayo Lues juga nomor 23 dari 23 kabupaten/kota se-Aceh, kita sangat miris melihatnya,” ujarnya.

Untuk memperbaiki itu semua, H. Irmawan menyarankan kepada masyarakat Gayo Lues agar benar-benar memilih pemimpin yang bisa mengubah taraf hidup masyarakat dan dunia pendidikan, serta mengukir prestasi di bidang agama Islam.

“Bagaimana jadinya Gayo Lues di masa yang akan datang jika pemimpinnya tidak paham dengan itu semua,” katanya.

Ia menceritakan, baru-baru ini dirinya mengumpulkan mahasiswa di Medan dan Banda Aceh. Mahasiswa itu mengaku hal yang paling ditakutinya adalah ketika sudah selesai kuliah ijazahnya tidak laku dan terpaksa menderes getah pinus atau menyuling serai wangi.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu sudah banyak berkorban untuk menyekolahkan anak, lantas apa jadinya ketika sudah selesai ijazahnya tidak laku di sini, anak itu terpaksa bertani dan berkebun, dan kita hanya sebagai penonton melihat orang dari luar yang lulus PNS,” katanya.

Untuk mengatasi itu semua, H. Irmawan menyarankan kepada masyarakat Gayo Lues agar mendukung dan memilih pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Suhaidi-Maliki nomor urut 2, karena pasangan itu dianggap paling tepat untuk memimpin Gayo Lues lima tahun ke depan.[]