LHOKSEUMAWE – Anggota DPRA Dedi Safrizal mengapreasiasi corporate social responsibility (CSR) yang dikucurkan Perta Arun Gas (PAG)  sebesar Rp 3 miliar per tahun. Penggunaannya juga dinilai sudah tepat, karena langsung menyasar sektor pertanian bagi masyarakat desa binaan.

“Program CSR seperti ini yang diinginkan masyarakat, apalagi menyasar sektor pertanian dan perkebunan. Bila diawasi dengan baik dan dikembangkan dengan pola berkelanjutan, saya yakin ekonomi masyarakat sekitar PAG akan menjadi lebih baik,” kata Dedi kepada portalsatu.com, Minggu, 12 Maret 2017.

Menurut politisi PNA  tersebut, CSR untuk sektor pertanian dan perkebunan sejalan dengan program pembangunan yang dicanangkan  pemerintah daerah, pusat  dan visi misi presiden. Apalagi PAG sendiri berencana mencari solusi untuk pemasaran produk-produk pertanian dari program tersebut.

“CSR seperti ini patut ditiru oleh perusahaan profit lainnya di Aceh, artinya tidak serampangan, tepat sasaran, efektif dan benar-benar produktif. Di sisi lain, dengan pola seperti ini juga membantu keuangan Pemko Lhokseumawe yang saat ini dalam kondisi devisit besar,” terangnya lagi.

Dedi menyarankan, ke depan tidak hanya sektor pertanian, CSR juga bisa mengambil peran dalam bidang peningkatan SDM generasi muda, terutama bagi mereka yang tinggal di desa binaan, seperti  pelatihan kewira usahaan, berbagai macam keterampilan, termasuk keterampilan industri kreatif.

“Saya rasa, PAG harus bekerjasama dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah kota Lhokseumawe, agar program ekonomi bersifat kerakyatan itu bisa terwujud dan berjalan sesuai keinginan pemerintah,” ujarnya.

Dedi juga meminta PAG agar transparans dalam penggunaan dana CSR. Kemudian melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat, karena selama ini masih banyak warga yang tidak memahami tentang  dana tanggungjawab sosial tersebut.[]