LHOKSEUMAWE – Pihak PT Perta Arun Gas (PAG) berharap peluang pemanfaatan gas bumi dari Blok Andaman di lepas pantai Aceh sebagai upaya optimalisasi gas domestik. PAG menantikan potensi pasokan gas dari Blok Andaman ke depan.
Hal itu diungkapkan Vice President Technical & Service PT PAG, Rizaludin Taufik, kepada portalsatu.com/ usai silaturahmi bersama awak media di Guest House PAG, Batuphat, Lhokseumawe, Kamis, 27 Februari 2025.
Rizaludin menilai dengan keberadaan Blok Andaman, terdapat potensi untuk pemanfaatan fasilitas Arun. “Tentu harapannya (gas bumi dari) Blok Andaman itu bisa dikelola PAG agar dapat mengaktifkan semua fasilitas yang ada sekarang untuk bisa dioptimalkan”.
“Jika demikian, akhirnya kami (PAG) bisa menyejahterakan Masyarakat di wilayah Aceh. Saat ini kita masih penjajakan, jadi kami masih melakukan evaluasi kajian-kajian untuk melakukan kerja samanya dan mudah-mudahan bisa terlaksana pada 2028,” tutur Rizaludin.
Rizaludin menjelaskan sebelumnya saat masih ada PT Arun, LNG diproduksi di kilang Arun untuk dapat diekspor ke sejumlah negara. “Sekarang tugas PAG hanya sebagai tempat penyimpanan. Artinya, LNG-nya dari tempat lain (setelah regasifikasi) disimpan di PAG, kemudian baru disalurkan ke wilayah lainnya”.
“Harapannya nanti dengan ada gas dari Andaman itu, PT PAG kembali menjadi produsen Liquefied Natural Gas (LNG) tersebut, yang akan bisa didistribusikan baik dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Rizaludin.
Menurut Rizaludin, kebutuhkan gas untuk domestik masih tinggi. PAG sudah merencanakan master plan bisnis ke depan untuk membantu pendistribusian gas dari Blok Andaman, baik melalui pipa gas maupun dalam bentuk LNG. Sebab, Arun merupakan pusat LNG Hub di Indonesia.
“Bisnis utama dan customer PAG adalah PLN, PT Pupuk Iskandar Muda, Pertagas Niaga, dan PGN. Kita berharap ke depan supaya pasokan gas di PT PAG bisa normal, dan dapat mengembalikan kejayaan sebagaimana dahulu kala di Kota Lhokseumawe,” pungkas Rizaludin Taufik.[]




