Oleh: Taufik Sentana*
Hakikatnya sujud adalah nikmat terbesar kita sebagai manusia, sebagai muslim. Bahkan sujud itu sejalan dengan perintah menyambah Allah SWT. Disebutkan pula dalam firmanNya bahwa semua makhluk (hakikatnya) bersujud (tunduk pada sunnatullah).
Dalam riwayat hadis, mashur permintaan sahabat yang ingin bersama rasul Muhammad SAW di surga. Lantas nabi menjawab: bantulah aku dengan banyak sujud, artinya dengan mengamalkan ibadah shalat.
Bila kita benar benar telah mengetahui makna sujud ini, tentu kita akan semakin senang dan bergairah dalam ibadah, shalat khususnya. Sehingga kita benar benar merasakan betapa sujud ini akan menjadi wasilah/sarana taqarrub yang paling tinggi: “Wasjud waqtarib”, begitu lafazh firmanNya dalam surah Al Alaq.
Dalam sebuah cerita pernah disebutkan bahwa seorang ilmuwan bermimpi bahwa diantara makhluk Allah, manusia termasuk yang struktur tubuh/kaki dan tangannya didesain Allah untuk bisa bersujud. Ini berbeda dengan makhluk lain seperti, ayam atau kerbau dan kucing. Lalu ilmuwan tadi menemukan bahwa hanya di ajaran Islam yang ada perintah sujud. konon ia masuk Islam karena uniknya perintah sujud.
Yang paling istimewa dari sujud, seperti yang kita dengar dari guru guru kita lewat riwayat beberapa hadis Nabi SAW bahwa, sujud kita ini menjadi pembebas dari azab api neraka, menjadi jaminan bahwa kita akan terlepas dari kepedihan siksa neraka. Sebelumnya, dengan tanda sujud itu pula kita akan dikelompokkan oleh malaikat ke dalam golongan kanan, golongan umat Nabi Muhammad, lalu kitapun bersaksi atas umat lainnya bahwa seluruh misi (risalah) menyembah Allah telah ditunaikan oleh setiap rasul.
Bersyukurlah kita yang menerima syariat sujud, dan bergembiralah kita karena masih bisa bersujud untuk bertaqarrub kepadaNya.[]
*Ikatan dai Indonesia, kab. Aceh Barat.



