BANDA ACEH – Mahasiswa Pemuda Peduli Perdamaian Aceh (M@PPA) mendukung semua program dan kebijakan Gubernur Aceh, sejauh program tersebut rasional dan berdampak positif terhadap pembangunan di Aceh. Demikian disampaikan Azwar A Gani selaku Koordinator Pusat M@PPA menyikapi polemik rencana pembelian enam pesawat udara dalam APBA 2017.

“Selama ini kita selalu cenderung cepat mengkritik program pemerintah dengan nada negatif, sehingga tidak sinergisnya antara pemerintah dengan masyarakat. Ini merupakan budaya demokrasi di Aceh yang sudah sangat tidak terkontrol,” kata Azwar A Gani, melalui siaran persnya, Sabtu, 24 September 2017.

Dia meminta isu pembelian pesawat tidak dikaitkan dengan ketimpangan sosial yang ada di lapangan. Selama ini, kata dia, tanpa isu beli pesawat pun kondisi Aceh tidak berubah, lapangan kerja terbatas, kemiskinan meningkat, investasi melemah dan UU PA dipreteli oleh Pemerintah. 

“Apa yang mau kita banggakan dari perjanjian damai ini? Bukan Otsus yang menjadi indikator damai,” kata Azwar.

Azwar mendesak supaya Gubernur Aceh dapat segera menjelaskan kepada publik alasan kuat di balik pembelian pesawat tersebut. Apakah ini salah pengetikan oleh tim kerja gubernur atau selama ini memang pencurian ikan di laut Aceh sudah sangat parah, sehingga diperlukan patroli udara untuk mencegah ilegal fishing tersebut. 

“Kami akan mendukung program Gubernur Aceh untuk beli pesawat. Jika pun pesawat tersebut jadi dibeli, siapa yang akan mengelolanya apakah TNI AU atau pihak lainya? Semua harus dijelaskan ke publik, biar publik pun dapat mendukung arah kebijakan gubernur,” kata Azwar.[]