LHOKSEUMAWE – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof. Dr. Apridar, meresmikan Masjid Tengku Bullah di kompleks kampus tersebut di Gampong Releut, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 18 Desember 2018.

Apridar mengatakan, pembangunan masjid itu menghabiskan anggaran senilai Rp11 miliar. Direncanakan tahun depan (2019) akan dilanjutkan dengan memperindah kompleks masjid tersebut menggunakan dana Rp2 miliar. Sehingga total dana yang digunakan untuk membangun masjid pertama di kompleks kampus itu mencapai Rp13 miliar.

“Kapasitas masjid ini sebanyak 1.000 jamaah. Untuk program jangka panjang masjid ini bukan sekadar tempat ibadah saja, tapi juga menjadi tempat pengembangan pengetahuan dan riset tentang Islam, ekonomi Islam, zakat, dan sebagainya,” kata Apridar.

Apridar menjelaskan, masjid itu juga dilengkapi ruang diskusi yang representatif untuk kajian keagamaan. Saat ini masjid itu sudah bisa digunakan oleh seluruh sivitas akademika Unimal. Jika dilihat dari letak bangunan, masjid itu juga bisa digunakan masyarakat sekitar, karena akses jalan terhubung ke gampong di sekitar kampus.

Masjid itu diberi nama Tengku Bullah. Menurut Apridar, itu merupakan nama seorang ulama dan cendekiawan Muslim asal Kabupaten Aceh Utara, yang telah banyak berbuat untuk kemajuan Islam di daerah tersebut. Kata dia, pemikirannya pun banyak dikaji dalam literatur pengembangan pendidikan tinggi Islam di Aceh, maka tokoh-tokoh Islam Aceh perlu dinobatkan agar tidak tergilas dengan peredaran waktu. 

“Oleh karena itu, kita coba memberi nama dari ulama atau cendekiawan Muslim asal Aceh. Kita berharap ke depan agar gedung lainnya juga bisa diberikan nama cendekiawan Muslim serupa khususnya asal Aceh. Ini merupakan bagian mengapresiasi langkah dan pengabdian tokoh-tokoh terdahulu,” ujar Apridar.[](rel)