BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Arif Fadillah, berharap kerukunan dan situasi damai di Aceh tetap terjaga dengan baik. Hal itu disampaikan dalam memperingati 12 tahun perdamaian MoU Helsinki antara RI-GAM yang diperingati tanggal 15 Agustus 2017, kemarin.

“Kita berharap dengan perjanjian damai, momen-momen perdamaian Aceh, kita berharap bisa langgeng dan abadi, Insha Allah,” kata Arif Fadillah.

Arif menilai proses menjaga perdamaian terbangun dengan baik antara kedua belah pihak. Selain itu, kata dia, konflik antara pemerintah pusat dengan daerah juga tidak terjadi lagi.

“Kehidupan yang damai itu lebih indah daripada berkonflik,” katanya.

Dia mengatakan harga sebuah perdamaian sangat mahal. “Konflik sangat merugikan ekonomi masyarakat kita semua,” kata politisi Demokrat tersebut.[]