BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRK Banda Aceh, Ramza Harli, kembali mengkritik keras Pj. Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal. Kali ini terkait isu akan dilakukan mutasi para pejabat eselon II atau kepala dinas (Kadis) di lingkungan Pemko Banda Aceh yang menjadi polemik dan mendapat sorotan dari sejumlah kalangan masyarakat.
Ramza menilai Almuniza tidak merespons atas kritikannya pada minggu lalu. “Malah sekarang Pj. Wali Kota sudah terlalu jauh mengobok-obok tatanan pemerintahan Kota Banda Aceh yang sudah ditata kembali dengan baik oleh Ade Surya,” kata dia dalam keterangannya, Ahad, 5 Januari 2025.
Ketua DPC Gerindra Kota Banda Aceh ini meminta Almuniza agar mendengar berbagai aspirasi masyarakat yang menginginkan agar Pemko Banda Aceh tetap baik-baik saja sambil menunggu pelantikan Wali Kota definitif.
Ramza minta agar Almuniza segera menghentikan proses mutasi pejabat eselon II di lingkungan Pemko Banda Aceh. Menurut dia, selaku Pj. Wali Kota Banda Aceh yang hanya menjabat sementara sambil menunggu pelantikan Wali Kota terpilih hasil Pilkada 2024, Almuniza tidak mempunyai kepentingan apapun untuk merombak para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.
“Apa urgensinya bagi Pj. Wali Kota untuk melakukan uji kopetensi JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi) Pratama terhadap 18 Kadis tersebut. Saya heran kenapa dia lakukan ini, apa kepentingannya bagi kelancaran pemerintahan yang sedang dijalankannya yang hanya dua bulan lagi bila jadwal pelantikan Wali Kota baru dilaksanakan pada Maret 2024,” ungkap Ketua Badan Legislasi DPRK Banda Aceh itu.
“Almuniza harus mendengar berbagai ktitikan dari warga kota dan akademisi yang heboh terhadap bocornya surat permohonan dari Pj. Wali Kota kepada kepala BKN (Badan Kepegawaian Negara) untuk melakukan uji kompetensi JPT pratama terhadap 18 kepala OPD di lingkungan Pemko Banda Aceh,” tambah Ramza.
Ramza berharap jangan sampai Almuniza justru membuat tatanan Pemko Banda Aceh yang sudah mulai ada perubahan sejak dijabat oleh Pj. Wali Kota sebelumnya, sekarang justru akan rusak semuanya.
“Apabila proses mutasi ini tetap dilaksanakan, saya rasa pasti ada maksud yang kurang baik dari Almuniza terhadap jalannya pemerintahan yang akan dipimpin oleh Illiza-Afdhal ke depan. Kalau benar ini tujuannya berarti Almuniza sangat tidak beretika dan akan merusak reputasinya sebagai salah satu Kadis di tingkat provinsi,” tegasnya.
“Untuk apa dia mengutak-atik susunan para kepala OPD. Seharusnya serahkan saja wewenang tersebut kepada Wali Kota terpilih, karena mereka nantinya yang akan menjalankan pemerintahan ini selama lima tahun lamanya untuk membangun kembali Kota Banda Aceh ke depan “.
Ramza mensinyalir ada upaya untuk mempertahankan 18 kepala OPD. Modus yang dilakukan agar para Kadis yang nantinya setelah dimutasi, otomatis status mereka semua sudah menjadi pejabat baru pada saat Illiza-Afdhal dilantik. “Dengan demikian sesuai aturan para Kadis tersebut tidak bisa diganti lagi oleh Illiza-Afdhal sebelum menjabat dua tahun lamanya”.
“Kalau benar tujuannya seperti ini, sikap Almuniza sangat berbahaya. Ini pasti ada upaya untuk merusak tatanan pemerintahan yang akan dijalankan oleh Illiza-Afdhal nantinya. Saya heran kenapa dia tidak mau berkoordinasi sedikitpun dengan Wali Kota terpilih dalam urusan ini”, ungkapnya.
“Bagaimana pemerintahan Illiza-Afdhal bisa berjalan dengan baik bila Kadisnya bukanlah orang yang sejalan dengan Wali Kotanya,” lanjut dia lagi.
Ramza menyarankan sebaiknya Almuniza fokus saja terhadap program pemerintah yang mendesak dalam mengatasi stunting dan mendukung program makan bergizi gratis yang akan dijalankan malai Januari ini.
“Saya belum pernah melihat dia peduli terhadap program makan bergizi gratis. Banyak sekali program yang mendesak terutama menyangkut dengan kepentingan masyarakat banyak, tapi saya heran kenapa dia lebih fokus masuk ke ranah politik. Saya tidak akan berhenti bersuara terus, bila Almuniza tidak merespons juga terhadap proses mutasi JPT ini, saya akan meminta pimpinan DPRK dan teman-teman fraksi lainnya untuk menggunakan hak interpelasi dan hak angket,” pungkas Ramza.[](ril)






