Siapa yang menyangka kehadiran situs web NikahSirri.com yang sedang jadi cibiran itu, ternyata terinspirasi dari kisah gadis nun jauh di Rumania.
Cerita ini bermula pada Maret 2017 lalu, ketika muncul kisah ada gadis Rumania bernama Aleexandra Khefren yang menjual keperawanannya kepada pebisnis Hong Kong senilai 2 juta pound sterling atau sekitar Rp36 miliar. Khefren mengumumkan, ia berhubungan badan dengan pengusaha Hong Kong itu berkat jasa penghubung Cinderella Escort, sebuah situs web asal Jerman yang akhirnya menerima komisi 20 persen dari seluruh transaksi itu.
Kisah ini ramai diangkat oleh media massa Eropa. Aris Wahyudi pun turut terinspirasi dalam menyediakan layanan NikahSirri.com, yang ternyata adalah program pengentasan kemiskinan ormas bernama Partai Ponsel yang dia didirikan.
Aris berkata Khefren merasa merugi jika keperawanannya diberikan ke pacaranya, dan oleh karenanya dia memutuskan untuk menjual kepada pengusaha kaya.
“Itu kalau dikurskan, mencapai Rp33 miliar. Sampai bisa belikan orang tuanya rumah, bisa biayai kuliah. Itu kan pengentasan kemiskinan, daripada orangnya miskin, gak punya rumah,” ujar Aris kepada kumparan yang menemui di rumahnya di Jatiasih, Bekasi, Sabtu (23/9).
NikahSirri.com buatan Aris pada awalnya ingin dibuat sebagai media sosial online dating yang memfasilitasi pertemuan orang-orang dengan keinginan yang sama. Dia mengakui istilah-istilah lelang keperawanan atau keperjakaan, dan kawin kontrak yang kemudian menuai kritik, semata adalah bahasa pemasaran agar menarik perhatian.
Nama yang dipakai untuk organisasi masyarakat Partai Ponsel yang baru diumumkan pada 19 September lalu, disebut Aris juga bukan partai politik sungguhan.
“Sebenarnya partai kita hanya partai menyuarakan saja seperti ormas, dan kita punya program NikahSirri.com, sebuah ide dari kita untuk pengentasan kemiskinan tadi,” jelasnya.
Dalam menggarap situs web ini, Aris berkata ia memiliki tim tujuh orang yang termasuk ahli pemrograman. Sampai saat ini mereka telah menerima 300 e-mail dari para pengunjung situs web, tetapi Aris belum merinci lebih lanjut apa isi e-mail tersebut.
Diketahui, situs NikahSirri.com mengizinkan siapa saja untuk bergabung dalam ekosistem layanan tersebut. Bisa sebagai klien yang berminat untuk dinikahkan, bisa sebagai penghulu, dan bisa juga sebagai saksi. Atau, tidak menutup kemungkinan e-mail itu berasal dari orang yang sekadar iseng bertanya.
Dia menyadari NikahSirri.com saat ini sedang viral dibicarakan orang, dan itu disebabkan layanan yang ditawarkan bertolak belakang dengan budaya timur. Akan tetapi, dia juga tak selamanya setuju dengan ini karena menurutnya, budaya demikian juga ada di Indonesia.
“Kalau bicara budaya timur, justru kita mengangkat ketimuran yang pernah ada. Di daerah Jawa ada budaya buka kelambu, itu juga sebenarnya lelang juga yang kemudian diangkat dalam novel oleh Pak Ahmad Tohari yang judulnya Ronggeng Dukuh Paruh. Kemudian difilmkan dengan judul Sang Penari. Nah itu sebetulnya budaya kita ada juga yang seperti itu. Kita angkat kembali itu, karena budaya itu sebenarnya ada atau bahkan diterapkan diam-diam. Lalu ketika diangkat kembali jadi viral,” tuturnya.
Bakal diblokir dan tindakan hukum
Layanan yang disediakan oleh Aris ini sedang menjadi perhatian pemerintah, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menganggap layanan ini tak ubahnya kawin kontrak serta mengeksploitasi kaum perempuan dengan modus agama.
“Manusia bukan objek untuk dilelang. Kaum perempuan akan sangat dirugikan dalam lelang keperawanan,” kata Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Yohana menambahkan, program di NikahSirri.com sudah merendahkan harkat martabat perempuan sebagai manusia.
Sementara Kementerian Komunikasi dan Informatika, pukul 16.00 hari ini mengambil langkah blokir situs web NikahSirri.com setelah mendapat keluhan dari sejumlah warga.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH. Asrorun Niam, adalah salah satu yang menentang kehadiran NikahSirri.com. Dia berkata tujuan pernikahan adalah membangun keluarga yang sakinah dan penuh kedamaian. Hal semacam ini menurut Niam akan sulit diraih jika direncanakan untuk sementara waktu.
Pernikahan seharusnya bukan pelampiasan hasrat seksual semata, apalagi untuk kepentingan ekonomis. [] Sumber: kumparan.com




