LHOKSEUMAWE – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe menggelar mubahasah (kajian hukum keislaman) tentang perwalian nikah, di Wisma Kuta Karang Baru, Lhokseumawe, Kamis, 26 Agustus 2021.
Ketua PCNU Kota Lhokseumawe, Tgk. M. Rizwan Haji Ali, menjelaskan mubahasah tersebut untuk menjernihkan sejumlah kasus dalam pernikahan di tengah masyarakat dan masalah yang dihadapi para penghulu dalam kegiatan akad pernikahan.
“Cukup sering ditemukan keluarga yang bertindak sebagai wali bagi pengantin ketika diperiksa ternyata tidak memiliki kelayakan sebagai wali nikah. Sehingga menyebabkan pernikahan harus ditunda sampai wali yang seharusnya hadir di majelis akad,” kata Tgk. Rizwan.
Hal lain yang menarik adalah kasus anak angkat atau adopsi yang seluruh dokumen kependudukannya telah berubah, di mana ayah disebut dalam dokumen kependudukan adalah ayah angkatnya. Sehingga “binti”nya seharusnya adalah ayah kandungnya, tetapi berdasarkan dokumen kependudukan “binti”nya berubah ke ayah angkat.
“Ini menjadi masalah tersendiri dalam pernikahan di Kota Lhokseumawe. Kalau orang tua angkatnya tidak secara terbuka menyampaikan bahwa mereka bukan orang tua kandung si anak perempuan tersebut kepada petugas akad nikah dari Kantor Urusan Agama (KUA) atau tokoh agama di kampung, hal itu bisa menyebabkan pernikahannya tidak sah. Karena mereka menjadi wali bagi anak perempuan yang tidak punya hubungan nasab dengan mereka,” ujar Tgk. Rizwan.
Untuk membahas masalah perwalian nikah tersebut PCNU Kota Lhokseumawe menghadirkan Tgk. H. Waled Nuruzzahri Yahya (Waled Nu), Rais Syuriah PWNU Aceh, selaku pembicara utama, didampingi Tgk. H. Misran Fuadi, S.Ag., M.A.P. (Rais Syuriah PCNU Kota Lhokseumawe), Drs. H. Boihaki (Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Lhokseumawe), dan Tgk. H. Zulkarnain Juned (Mutasyar PCNU Kota Lhokseumawe). Bertindak sebagai moderator Tgk. H. Husnaini Hasbi, S.Ag., M.A. (Katib Syuriah PCNU Kota Lhokseumawe), dan Tgk. Ahmad Subhan (Sekretaris PCNU Kota Lhokseumawe).
Peserta terdiri dari pengurus PCNU Kota Lhokseumawe, penghulu dari Kemenag Kota Lhokseumawe, imam gampong dan kader-kader PMII Kota Lhokseumawe.[](ril)



