BANDA ACEH – Keberadaan Imigran dari etnis Tamil (Imigran gelap Sri Lanka) yang masuk ke wilayah Aceh yaitu Lhoknga menarik perhatian publik Aceh dan nasional. Saat ini keberadaan imigran di wilayah Aceh meliputi Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Langsa.

Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada, mengatakan, peran dari aparat kepolisian khususnya Polda Aceh mendeteksi keberadaan personal masing-masing mereka yang ada di Aceh. 

“Caranya melalui jaringan intelijen 'interpol' dan memperluas akses ke sistem komunikasi polisi global guna mencari informasi tentang mereka secara utuh termasuk kepentingan mereka masuk ke wilayah Aceh, Indonesia,” kata Aryos yang merupakan Peneliti Jaringan Survey Insiatif dan Penulis Buku Wajah Politik dan Keamanan Aceh. 

Menurutnya, terlebih keberadaan imigran gelap dan penyelundupan manusia sudah menjadi isu regional Asean. Tidak menutup kemungkinan maraknya imigran masuk ke Aceh bagian yang dikondisikan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan di Indonesia termasuk kepada masyarakat Aceh.

“Langkah kongkrit yang sudah dilakukan Polda Aceh membantu pendataan imigran dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah serta Imigrasi Lhokseumawe. Diperoleh data pengungsi berdasarkan kebangsaan Rohingya (Myanmar) 328 orang (104 pria dewasa, 36 perempuan dewasa, 107 anak laki-laki, 81 anak perempuan) dan berkebangsaan Bangladesh 243 orang. Saat ini belum didata penambahan pengungsi dari etnis Tamil Sri Lanka,” katanya, dalam siaran pers, Kamis, 23 Juni 2016.

Peran lainnya, kata Aryos, mengawasi keberadaan mereka dengan memantau aktivitas selama berada di penampungan di Aceh. Di sisi lain, Polda Aceh membantu kerja-kerja dari stakeholder yang berkepentingan mengurus imigran di Aceh. Bentuknya disesuaikan dengan kebutuhan institusi yang meminta bantuan terhadap Polda Aceh.[]