Oleh: Said Achmad Kabiru Rafiie
Alhamdulillah tugas kami sebagai delegasi Indonesia dalam forum kepemimpinan muda ASEAN-Jepang IATSS 2016 berakhir seiring dengan penutupan acara sekaligus penyerahan sertifikat oleh Presiden Direktur IATSS Prof. Dr. Kazuhiko Takeuchi.
Penulis akan berbagi dengan masyarakat Aceh dan Indonesia mengenai aktivitas dan perihal kegiatan yang kami lakukan selama dua bulan berada di Jepang serta mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Nagoya, Kobe, Kyoto, Osaka. Mie, Toba, dan Tokyo.
Kami merasa terhormat untuk mewakili Indonesia dalam seminar kepemimpinan internasional yang juga di ikuti oleh rekan-rekan dari negara ASEAN. Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai.
Dalam leadership Training ini, delegasi yang hadir terdiri dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Nyanmar, dan Singapura plus delegasi dari Jepang. Dalam kesempatan seminar dan kunjugan kehormatan ke instasi pemerintah dan swasta, kami menyampaikan beberapa hal tentang Indonesia yang merupakan negara terbesar di kawasan asia tenggara dengan penduduk mencapai 240 juta jiwa atau setengah dari populasi ASEAN.
Kami juga mengarisbawahi bahwa 60 persen dari populasi Indonesia berusia di bawah 30 tahun sehingga kepemimpinan muda sangat relevan dengan konteks Indonesia.
Taining kepemimpinan yang diadakan di Jepang ini sangat relevan dalam membanguna hubungan baik ASEAN-Jepang yang merupakan salah satu negara yang paling maju di dunia. GDP (produk domestik bruto, yaitu nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan di Jepang dalam setahun) adalah kedua tertinggi di dunia, dan merk-merk Jepang seperti Toyota, Honda, Sony, Fujifilm, dan Panasonic terkenal di seluruh dunia.
Indonesia ASEAN dan Jepang
Indonesia adalah kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN dengan Gross Domestic Product atau GDP terbesar dengan nilai USD 868 milliar . Dalam sektor jangka panjang, Institute of Chartered Accountants in England dan Wales (ICAEW) memperkirakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level ASEAN akan sangat baik hingga tahun 2020 mendatang. Pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia diproyeksikan tertinggi kedua di ASEAN yang mencapai sedikit di bawah 6 persen.
Di samping itu, kami merasa bangga karena mendapat kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang dan ASEAN mengingat posisi Indonesia yang strategis di antara samudera hindia dan samudera pasifik serta benua Asia dan Benua Australia. Indonesia adalah negara yang didiami oleh lebih dari 1.340 suku bangsa dan etnis yang tersebar di 17.500 pulau dari sabang-Provinsi Aceh sampai ke Maureuke-Provinsi Papua.
Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di Dunia serta memiliki sejarah peradaban Islam yang unik dimana Islam datang ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan perkawinan antara mubaliq islam dengan para keluarga kerajaan hindu dan budha yang kemudian memeluk agama Islam. Di Indonesia juga terdapat bangunan candi budha terbesar di dunia yaitu candi Borobodur yang dibangun 750 M dan merupakan peningalan dan warisan bangsa Indonesia.
Aceh di Mata Jepang
Dalam seminar politik, kami menyampaikan kondisi Aceh pasca perdamain yang sangat aman untuk bisnis dan investasi. Selain itu, kami menyampaikan perihal proses PILKADA di Aceh 2017 akan dilaksanakan secara serentak serta harapan kepada pemerintah Jepang untuk terus membantu proses perdamaian dan dalam pelaksanaan pesta politik di Aceh sehingga dapat terselangaran dengan baik dan aman sehingga lahir pemimpin yang kapabel dalam memimpin Aceh ke depan sehingga mampu sejajar dengan kota-kota di dunia seperti Tokyo.
Dalam kunjungan ke Kota Kobe Jepang, kami menyampaikan tentang proses rekontruski dan rehabilitasi yang berkelanjutan terhadap korban tsunami dan korban konflik terutama secara ekonomi dan psikologi dengan memberikan pelatihan, bantuan kerja dan juga pendampingan sehingga dapat hidup lebih baik.
Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan JICA selama proses rekontruksi dan rehabilitasi Aceh pasca tsunami 2004.
Dalam seminar ekonomi dan bisnis bersama dengan pengusaha di Tokyo Business and Industry kami mengajak perusahaan Jepang dan investor Jepang untuk membangun pelabuhan ekpor di Aceh, kereta api Aceh ke Sumatera Uatara, membangun pabrik perakitan motor untuk pemasaran ASEAN di pulau Sabang, kami juga menawarkan investasi di sektor perkebunan untuk membuka pabrik minyak goreng, membangun pabrik pengolahan ikan tuna, serta disektor pariwisata dengan mendirikan hotel dan restaurant. Hal tersbut bertujuan untuk memajukan perekonomian aceh dan menciptakan lapangan kerja bagi pemuda sehingga perdamaian akan langeng.
Mengingat keterbatasan kewenangan dan kekuasan yang kami miliki kami tidak bisa menjamin tahap-tahap dalam pelaksanaan investasi di Aceh kepada investor, perbankan dan perusahaan Jepang yang menunjukan ketertarikannya dengan potensi investasi Aceh.
Kami juga memperkenalkan budaya Indonesia lainnya seperti batik dan juga memperkenalkan budaya Aceh dan senjata tradisional Aceh kepada masyarakat Jepang dan ASEAN-rencong.
Hal-hal yang kami pelajari dalam forum kepemimpinan ini petingnya membangun jaringan (networking) lokal, nasional hingga international, komunikasi yang aktif dalam menyampikan ide dan gagasan serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kami berharap kehadiran kami ke forum international IATSS 2016 dapat membangun hubungan baik antara Aceh dengan ASEAN-Jepang dalam konteks membangun Aceh yang lebih baik bersama-sama sehingga Aceh masa lalu yang terkenal sebagai kerajaan nomor lima terbesar di dunia dapat kita bangkitkan kembali, InsyaAllah.[]
*Said Achmad Kabiru Rafiie, Dosen Universitas Teuku Umar, Delegasi Indonesia dalam forum Internasional Kepemimpinan ASEAN-Jepang 2016.







