BerandaEkonomiPengaruh Liberalisme Pasar Bebas CAFTA pada Perekonomian Indonesia

Pengaruh Liberalisme Pasar Bebas CAFTA pada Perekonomian Indonesia

Populer

Oleh: Al Fikri
Mahasiswa Ilmu Politik FISIP USK

Jika mendengar kata liberalisme pasti kepikiran pada bebas atau pasar bebas. Dapat dilihat bahwa liberalisme adalah sebuah ideologi politik dan ekonomi yang menekankan pada kebebasan individu, persaingan pasar yang bebas, dan perlindungan hak individu serta hak-hak minoritas. Liberalisme juga mengusung nilai-nilai seperti kesetaraan, kebebasan sipil, kebebasan berekspresi, serta prinsip-prinsip demokrasi dan rule of law.

Pada bidang ekonomi, liberalisme mengedepankan pasar bebas dan pengurangan regulasi pemerintah terhadap sektor ekonomi agar masyarakat dapat menikmati kebebasan dalam menjalankan usaha dan memilih produk-produk yang mereka inginkan. Ideologi liberalisme juga menentang kekuasaan absolut dan mengusung prinsip checks and balances sebagai alat untuk memastikan kekuasaan tidak disalahgunakan dan untuk menjaga keseimbangan kekuasaan antara pemerintah dan rakyat.

Pasar bebas terjadi pada sistem perdagangan internasional yang tidak terbatas oleh hambatan tarif, kuota impor, atau regulasi pemerintah lainnya. Dalam sistem pasar bebas, barang dan jasa bisa bebas bergerak tanpa ada intervensi atau pengaruh dari pemerintah atau organisasi internasional. Pasar bebas seringkali dikaitkan dengan ideologi liberalisme ekonomi dan kapitalisme. Pendukung pasar bebas menganggap bahwa pasar yang bebas dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing, serta menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Contoh dari pasar bebas yakni pada perjanjian CAFTA .

CAFTA (China–ASEAN Free Trade Area) adalah perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara anggota ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dan China yang ditandatangani pada tahun 2002 dan mulai berlaku pada tahun 2010. Perjanjian ini mencakup beberapa hal, antara lain Penghapusan tarif: CAFTA bertujuan untuk menghapus tarif pada barang-barang yang diperdagangkan antara China dan negara-negara ASEAN dalam waktu yang ditentukan, Perlindungan hak kekayaan intelektual: Perjanjian ini juga mencakup perlindungan hak kekayaan intelektual seperti hak cipta, merek dagang, dan paten. Kemudahan perdagangan pada CAFTA juga bertujuan untuk mempermudah proses perdagangan dengan mengurangi hambatan perdagangan seperti prosedur impor dan ekspor, regulasi teknis, dan persyaratan inspeksi. Kerja sama ekonomi CAFTA juga mencakup kerja sama ekonomi antara China dan negara-negara ASEAN dalam bidang seperti investasi, transportasi, dan pariwisata.

CAFTA bertujuan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara China dan negara-negara ASEAN yang terdiri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. CAFTA mencakup berbagai sektor ekonomi, seperti barang dan jasa, investasi, dan hak kekayaan intelektual. Diharapkan, CAFTA akan memperkuat hubungan ekonomi antara China dan negara-negara ASEAN, serta membawa manfaat bagi perekonomian masing-masing negara anggota. Tujuan utama CAFTA adalah untuk memperkuat hubungan perdagangan antara China dan negara-negara ASEAN, dan mendorong integrasi ekonomi di kawasan Asia Timur.

Dampak CAFTA pada perekonomian Indonesia relatif positif dan negatif, tergantung pada sektor ekonomi yang dilihat. Secara positif, CAFTA membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke pasar China dan negara-negara ASEAN yang lain. Hal ini terutama menguntungkan sektor industri yang telah berkembang seperti tekstil, sepatu, kertas, dan produk-produk perkebunan seperti kopi, teh, dan kelapa sawit. Dalam jangka panjang, pengembangan sektor ini dapat membantu memperkuat perekonomian Indonesia.

CAFTA juga memberikan beberapa dampak negatif pada perekonomian Indonesia. Persaingan dengan produk-produk impor dari China dan negara-negara ASEAN yang lain dapat merugikan sektor ekonomi yang masih berkembang di Indonesia, seperti industri makanan dan minuman, serta pertanian. Selain itu, produk-produk asing yang masuk ke Indonesia melalui CAFTA juga dapat mengancam kesejahteraan pekerja Indonesia, terutama dalam sektor tekstil dan manufaktur lainnya.

Oleh karena itu, Indonesia harus mampu memanfaatkan peluang yang ada dalam perjanjian perdagangan bebas ini untuk meningkatkan daya saing sektor ekonomi yang telah berkembang, serta menerapkan kebijakan yang tepat untuk melindungi sektor ekonomi yang masih berkembang. Selain itu, pemerintah harus memperkuat sistem pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sehingga dapat bersaing di era perdagangan bebas global. Dengan demikian, CAFTA dapat menjadikan evaluasi untuk Indonesia lebih maju ke depan dan memberikan implementasi yang berpotensi terhadap perekonomian Indonesia.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya