SIGLI – Sejumlah gedung perkantoran milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie kondisinya rusak, atap bocor, sehingga saat hujan merembes ke ruangan.
Pantauan portalsatu.com/, Selasa, 23 Agustus 2022, di sejumlah perkantoran pemerintah mulai dari kontor camat hingga badan dan dinas, pergawai terganggu saat hujan. Selain harus memindahkan arsip agar terhindar dari hujan, sebagian mereka disibukkan dengan ember sebagai penadah air hujan agar tidak merembes ke semua ruangan.
Pemandangan tersebut terlihat di Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan). Karena bocor di bagian atap, sejumlah ruangan lantai dua basah rembesan air hujan.
"Iya bocor, saat hujan seperti ini, air merembes ke ruangan di lantai dua. Ya, cara antisipasi kami taruh ember untuk menampung rembesan," kata Kadistanpan Pidie, Hasballah.
Kondisi tersebut, menurut Hasballah, dikarenakan selama ini keterbatasan anggaran sehingga minim dana pemeliharan sarana. "Kita sudah mengajukan pada perubahan anggaran, semoga tersedia," harapnya.
Hal sama terjadi di Dinas Perikanan Kelautan. Bahkan tingkat kebocoran lebih parah, hampir semua lantai dua mulai dari tangga hingga ruang kerja bocor, bahkan sejumlah titik plafon sudah terkopek akibat kena hujan.
Kondisi sama juga terlihat di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Keuangan, Sekretariat Daerah, dan Bappeda. Hampir semua penyebabnya sama akibat tidak tersedianya anggaran pemeliharaan.
Bukan hanya di lingkungan perkantoran dinas dan kantor, kerusakan juga terjadi gedung kantor kecamatan. Seperti Kantor Camat Titeue. Selain konstruksi retak, hampir semua atapnya bocor bahkan terlihat plafon sudah terkelupas.
Menurut seorang pegawai kantor camat, jika hujan semua ruangan masuk air melalui atap bocor. Kondisi itu sudah berlangsung lama namun tak kunjung diperbaiki.
"Sudah lama kondisi bocor, sehingga banyak kegiatan seperti rapat terpaksa dibatalkan lantaran aula bocor," ujar seorang pegawai.[]Zamahsari)





