SIGLI – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Kabupaten Pidie, digelar, Kamis, 12 Maret 2026. Minat masyarakat ikut partisipasi sangat tinggi hingga Oproom Kantor Bupati Pidie disesaki peserta dari sejumlah elemen.
Pantauan portalsatu.com/, para tokoh mulai unsur masyarakat, perwakilan kecamatan, tokoh perempuan hingga organisasi masyarakat (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP), sejak pukul 8:30 WIB mulai tiba di kantor bupati. Setelah mengisi daftar hadir yang disiapkan panitia di luar gedung, mereka langsung masuk ke ruangan guna mengikuti acara pembukaan dan rangkaian kegiatan musyawarah.
Musrenbang kali ini selain dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie, juga ikut perwakilan Bappeda Aceh dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I yang berwenang penanganan kerusakan sungai akibat banjir.
Musrenbang Pidie yang tercepat kedua setelah Aceh Timur tersebut, dibuka langsung Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah.
Dalam pidatonya, Bupati Sarjani berharap adanya partisipasi semua unsur dalam memberi masukan agar rencana pembangunan terarah demi kesejahteraan masyarakat.
"Partisipasi para tokoh dalam menyampaikan aspirasi masyarakat tentang kebutuhan sarana dan sarana masyarakat, sehingga dapat dimasukkan dalam perencanaan," kata Bupati Sarjani.
Memang, lanjut Sarjani, karena keterbatasan anggaran kabupaten, tidak mungkin dapat memenuhi semua usulan masyarakat. Akan Tetapi, setidaknya dapat terealisasi sebagian dari kebutuhan mendesak.
"Kita juga bisa berupaya melalui provinsi dan pusat, seperti masalah sungai bisa diupayakan BWS," ujar Sarjani.
Sementara Bappeda Aceh diwakili Muhammad Ikhsan, mengatakan semua masukan akan ditampung dan bakal diperjuangkan maksimal, baik dalam Musrembang Kabupaten, Musrenbang Provinsi, hingga Musrenbang tingkat nasional.
"Kali ini juga ada perwakilan dari BWS yang menangani masalah sungai. Kita berharap aspirasi masyarakat terkait kerusakan irigasi sungai dapat ditampung dan diperjuangkan agar terealisasi," tutur Ikhsan.
Musyawarah tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pidie Alzaizi, Sekda Samsul Azhar, Ketua DPRK Anwar Sastra Putra, Wakil Ketua DPRK Teuku Zulkarnain, dan para kepala SKPK serta camat dari 23 kecamatan.[]





