PIDIE JAYA – Tanaman padi sekitar delapan hektare di Gampong Tampui dan Panton Raya, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Hal ini akibat kemarau panjang yang membuat debit air Krueng (Sungai) Meureudu dan Bendungan Irigasi Cubo menyusut.
Kolonel Arm. Saifullah, putra kelahiran Tringgadeng yang besar di Paru Keude, Leung Putu, menyumbangkan satu pompa air irigasi niagara 6 inch untuk upaya penyelamatan tanaman padi milik masyarakat dari ancaman gagal panen.
“Akibat tidak tersedianya air pada saluran irigasi membuat sawah masyarakat di Pidie Jaya mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Di samping karena kemarau panjang, debit air Krueng Meureudu pun mengalami penyusutan dari 7.000 liter perdetik menjadi 1.500 liter perdetik,” kata Saifullah, dikutip dari keterangan tertulis diterima portalsatu.com, Senin, 7 Agustus 2017.
Saifullah menyebutkan, biasanya debit air Krueng Meureudu dan Bendungan Irigasi Cubo tidak menyusut terlalu jauh walaupun di musim kemarau. “Supaya petani tak mengalami kerugian yang lebih besar karena ancaman gagal panen, solusi jangka pendeknya dengan cara memompa air sungai yang dangkal itu ke irigasi sawah lewat pompa air irigasi. Mudah-mudahan padi milik masyarakat dapat kita selamatkan,” ujar Saifullah yang pada Oktober 2017 nanti akan memasuki masa pensiunnya di Kodam Iskandar Muda dan kembali ke tanah kelahirannya di Pidie Jaya.
Dilaporkan, akibat kemarau panjang banyak sawah di Pidie Jaya mengalami kekeringan. Sebagian petani mengandalkan sumur bor yang digali di sawah untuk memompa air ke tanaman padi yang rata-rata hampir panen. Sementara petani yang tak memiliki dana untuk menggali sumur bor dan membeli mesin pompa air, hanya bisa pasrah melihat tanaman padinya kekeringan.[](rel)


