MEUREUDU – Para kafilah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh memuji pelayanan Pemkab Pidie Jaya sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Aceh.

Meski terdapat beberapa kekurangan pada fasilitas panggung akibat ditinggalkan pihak Event Organizer (EO), keramahan masyarakat menjadi nilai lebih yang mendapat apresiasi luas.

Salah satu ofisial kafilah Kabupaten Aceh Singkil, H. Aslinuddin, S.Pd., mengaku terkesan dengan sambutan warga setempat.

“Ini pertama kali kami ke Pidie Jaya. Warganya ramah dan selalu siap membantu. Saat kami minta diantar ke pemondokan, mereka dengan senang hati mengantarkan,” ujarnya, Selasa, 4 November 2025.

Ketua Kafilah Aceh Barat, Muhammad Isa, S.Pd., juga menyampaikan rasa puas terhadap pelayanan panitia dan pemilik rumah tempat mereka menginap di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

“Pemilik rumah memperlakukan kami seperti keluarga sendiri. Bahkan, ketika ada tamu dari kafilah lain datang, tetap disambut dengan ramah,” tuturnya.

Peserta cabang tafsir Bahasa Indonesia, Maisarah, menambahkan bahwa fasilitas pemondokan sangat memadai.

“Tadinya kami khawatir tempatnya kurang layak, ternyata nyaman dan bersih. Rasanya seperti di rumah sendiri,” katanya.

Hal senada disampaikan Ulil Azmi, peserta pemondokan putra. Ia menilai pelayanan dan konsumsi yang disediakan panitia sangat baik.

“Makanannya enak dan bisa disesuaikan dengan selera. Lokasinya pun strategis, dekat arena lomba dan pasar,” ungkapnya.

Kepala Dinas Syariat Islam Bener Meriah, Taslim, turut memberikan apresiasi. “Alhamdulillah, pelayanan di Pidie Jaya luar biasa. Dari hal kecil sampai besar diperhatikan. Kami merasa sangat nyaman,” ujarnya.

Dia menambahkan, fasilitas transportasi dan konsumsi bagi peserta dari Bener Meriah terpenuhi dengan baik.

“Air bersih lancar, kendaraan operasional disediakan, dan panitia selalu sigap membantu. Semua kafilah kami merasa dihargai,” katanya.

Selain itu, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Pidie Jaya juga selalu siaga di arena perlombaan maupun pemondokan peserta, memastikan seluruh kafilah dalam kondisi prima selama kegiatan berlangsung.

MTQ Aceh di Pidie Jaya tak hanya menjadi ajang perlombaan seni tilawah, tetapi juga mempererat ukhuwah warga antardaerah melalui keramahan dan pelayanan terbaik dari masyarakat tuan rumah.[]