BLANGKEJEREN – Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian serius bagi pencinta olah raga dan pimpinan Dewan Kabupaten Gayo Lues, salah satu penyebabnya adalah rendahnya prestasi atlet untuk merebut emas, perak, dan perunggu.

H. Ibnu Hasim Salah satu pimpinan Dewan Gayo Lues, Jum’at, 12 Juni 2024, mengatakan berdasarkan hasil pertandingan yang tersebar di berbagai media sosial, atlet asal Gayo Lues jauh tertinggal dari atlet Kabupaten lain yang ada di Aceh.

“Melihat hasil pertandingan yang beredar di medsos, atlet Kabupaten Gayo Lues bukannya bertambah naik peringkatnya, malahan turun di posisi Juru Kunci (Jurkun) atau nomor urut 23 dari 23 Kabupaten/Kota,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Padahal kata Ibnu Hasim, dimasa kepemimpinanya menjadi Bupati Dua periode Gayo Lues, bermacam prestasi di bidang olah raga banyak diraih atlet Gayo Lues, termasuk bidang Sepak Bola club PSGL yang telah melanglang buana ke berbagai provinsi hingga meraih predikat divisi utama.

“Saat itu kita sangat berbangga, dari 22 club yang ada di seluruh Indonesia yang menyandang predikat devisi utama, termasuk di dalamnya Club PSGL,” ujarnya.

Pimpinan Dewan Gayo Lues dari Partai Demokrat ini menggaku kesal dengan sikap pemerintah daerah yang terkesan kurang melakukan pembinaan terhadap atlet, sehingga capaian mendali yang diraih para atlet berada diurutan ke 23 dari 23 Kabupaten/Kota se Aceh.

“Jujur, kita sangat kesal dengan capaian sekarang ini, padahal fasilitas olah raga sudah sangat banyak, mulai dari lapangan bola kaki disetiap kecamatan, Stadion Bola Kaki Seribu Bukit berskala nasional, Gedung Olah Raga (Gor), Lapangan Tenis, dan Lapangan Pacuan Kuda, tapi hasilnya nol besar,” kata Ibnu Hasim.

Menurutnya, atlet di Kabupaten Gayo Lues saat ini tidak berkekurangan, hanya saja kurangnya semangat kerja dari pemerintah daerah di bidang olah raga.

“Harapan kita kepada Pemda agar memanfaatkan fasilitas olah raga untuk mengangkat martabat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Sementara kepada pimpinan daerah, saya berpesan agar menempatkan pejabat yang mengurusi olah raga ini betul-betul orang yang mempunyai bakat, hoby, serta iklas mengurusi negeri seribu bukit ini, jangan sampai pengurus olah raga merekrut atlet karena sesorang itu anak saudaranya, bukan karena prestasinya,” katanya.[]