Satu hal yang kerap dianggap sepele dan dinilai tidak bermanfaat oleh seorang ayah adalah memeluk si buah hati. Bisa jadi karena faktor kesibukan yang mengharuskannya sering berada di luar rumah. Padahal memeluk anak oleh sang ayah akan memberikan kekuatan dan pengaruh luar biasa.
Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm mengatakan, seorang ayah yang sering memeluk anaknya, berarti telah mentransfer kemampuan kemandirian. Figur seorang ayah yang bertanggungjawab dan tangguh merupakan karakteristik yang menular juga kepada buah hati sejak bayi.
Seorang pria akan mentransfer aspek-aspek yang sifatnya berani terhadap figur otoritas di luar. Sedangkan pelukan ibu, mengajarkan anak agar menjadi pribadi yang lebih lembut.
Memang tidak selalu berarti pelukan ibu akan menjadikan anak cenderung bertutur kata halus, bersuara pelan atau berperilaku lembut kepada orang lain. Namun lebih kepada membentuk anak menjadi seseorang yang lebih peduli kepada orang lain. Atau sebagai kata lain, pelukan ibu kepada anaknya bisa mentransfer figur empati.
Keharmonisan rumah tangga tidaklah lengkap bila antara orang tua dan anak tidak saling mendapatkan rasa cinta dan kasih sayang. Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Salah satunya adalah karena tuntutan ekonomi dan pekerjaan yang membuat orang tua kehilangan waktu untuk dapat bersama dengan anak.
Jika kondisi memang demikian, salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua untuk dapat mendekatkan hubungan dengan anak meski memiliki waktu sedikit adalah dengan cara memeluk anak.
Tuntutan pekerjaan terkadang membuat ayah kehilangan waktu dengan anak. Pergi pagi ketika anak belum bangun dan pulang malam ketika mereka sudah beranjak tidur. Maka sempatkan waktu untuk mengobrol dari hati ke hati kemudian jangan lupa peluklah anak. Kedekatan bisa terbangun dari sebuah pelukan walaupun tidak bisa bersama anak anda sepanjang hari. Ayah merupakan simbol dari keberanian, pelindung, dan juga kemandirian bagi seorang anak.
Bahkan anak perempuan yang dekat dengan ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Tentu tidak heran pula jika banyak para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak. Yang memiliki sifat dan sikap seperti ayah yang dikaguminya..
Ayah Memeluk Anak Sunah Nabi
Rasulullah saw. menyuruh Abdullah, Ubaidillah dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas ra. untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang lebih dulu sampai kepadaku akan kuberi sesuatu (hadiah).” Mereka pun berlomba-lomba menuju Rasul, kemudian duduk di pangkuan beliau, lalu Rasul memeluk mereka dan menciuminya.
Al-Aqraa bin harits melihat nabi Muhammad saw. mencium Al-Hasan ra. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah mencium mereka.” Rasul bersabda: “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki kasih sayang, niscaya dia tidak akan disayangi.”
Begitulah cara Rasulullah menyayangi anak-anak, beliau tidak sungkan memeluk dan menciumnya dengan kasih sayang.
Beranjak dari itu apapun tugas dan kegiatan kita sebagai ayah, luangkan waktu beberapa saat saja untuk memeluk si buah hati walaupun hanya sebentar dan ini akan membentuk kepribadian dan emosi serta kecerdasan si buah hati kita. Jangan anggap sepele terlebih ini juga bagian dari sunnah baginda Nabi Muhammad saw.[]





