BANDA ACEH – Curah hujan tinggi mengakibatkan tujuh kecamatan di Kota Banda Aceh dikepung banjir. Akvitas pusat perbelanjaan lumpuh total. Ketinggian air rata-rata mencapai 50 centimeter hingga satu meter lebih.
Pelaksana Tugas Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh, Muzakir, menyebutkan berdasarkan data dihimpun pihaknya, di Kecamatan Kuta Raja, banjir merendam Desa Lam Paseh, Desa Merduati, Desa Pelanggahan.
“Ketiga desa ini ketinggian air 1,3 meter. Kalau dibandingkan dengan desa lain,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2020.

Banjir di Kecamatan Meuraksa meliputi Desa Blang Oi, Desa Dayah Baru. Selanjutnya, Kecamatan Syiah Kuala, Desa Prada, Desa Alue Naga. “Kedua desa di dua kecamatan yang terdampak banjir itu ketinggian air 50 cm,” ungkap Muzakir.
Kecamatan Baiturrahman, Desa Neusu Jaya, Desa Peuniti, Desa Suka Ramai. Kemudian Kecamatan Kuta Alam, Desa Kampung Laksana, Meter, Desa Kampung Kramat, ketinggian air 1 meter. Kecamatan Lueng Bata, Desa Batoh ketinggian air 60 cm lebih. Sementara Kecamatan Jaya Baru banjir meredam Desa Punge Blang Cut ketinggian air 50 cm.
“Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Banda Aceh dampak material masih dalam pendataan. Sementara yang mengungsi di Desa Pelanggahan, Kecamatan Kuta Raja, masyarakat sudah mengungsi ke masjid,”
Muzakir menyebutkan akibat banjir yang melanda Kota Banda Aceh mengakibatkan pusat perbelajaan di Pasar Aceh, dan sejumlah ruas jalan protokol di ibu kota Aceh itu, Pasar Aceh, Jalan Prof A. Majid Ibrahim dan beberapa titik lain mengalami lumpuh total.
“Tempat pusat perbelanjaan, Peunayong, Pasar Aceh, lumpuh total,” paparnya.

BPBD Banda Aceh belum dapat memastikan kapan banjir mulai surut karena perairan laut kini musim pasang purnama.
“Kalau air luat cepat surut, banjir pasti cepat. Sekarang hanya tergantung cepat atau lambat surut pasang surut,” pungkasnya.[](Khairul Anwar)




