LHOKSUKON – Puluhan warga dari enam Kepala Keluarga (KK) di Asrama Koramil 09 Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, mengungsi ke kantor milik Dinas Pertanian yang berada di dekat Koramil setempat, Jumat, 1 Desember 2017 malam. Pasalnya, ketinggian air di dalam asrama telah mencapai 1 meter.

"Jika dikatakan banjir, ini bukan luapan air sungai. Air yang merendam kantor dan puluhan rumah warga di sini akibat tingginya curah hujan, ditambah lagi saluran pembuangan yang tidak berfungsi baik, sehingga air tidak mengalir," ujar Serma Mustafa, Batuud Koramil 09 Seunuddon, saat ditemui portalsatu.com/ di lokasi pengungsian, Jumat, pukul 20.15 WIB.

Mustafa mengatakan kondisi tersebut bisa terjadi tiga hingga empat kali dalam setahun. Biasanya banjir berlangsung hingga sepekan. 

“Tadi siang ketinggian air 70 centimeter, malam ini bertambah menjadi 1 meter. Pasalnya, air dari empat gampong turun kemari semua, yaitu Gampong Simpang Jalan, Alue Baroh, Tanjong Pineung, dan Mane Kawan,” kata Mustafa.

Ditemui di lokasi yang sama, Cut Fitriani, 15 tahun, anak kedua dari Serma Mustafa mengatakan, kondisi banjir menyulitkannya untuk belajar. Padahal, ia sedang mengikuti ujian semester.

“Jika kondisinya begini, rasanya tidak enak. Belajar terganggu, belum lagi besok harus sekolah karena masih ujian. Besok ujian hari ketiga,” kata Cut Fitriani yang berstatus siswa kelas III SMP Negeri 1 Tanah Jambo Aye.[]