SUBULUSSALAM – Sebanyak 16 kampong di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam terendam banjir akibat meluapnya Lae (sungai) Souraya di permukiman penduduk di wilayah bantaran Lae Souraya, Rabu, 19 Mei 2021.
Banjir disebabkan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, dimulai banjir di Kecamatan Sultan Daulat, menyebabkan lima desa terendam banjir sehingga akses lalu lintas jalan nasional Aceh-Sumut sempat lumpuh total beberapa jam pada Selasa kemarin.
Banjir Sultan Daulat sejak Selasa sore mulai surut dan arus transportasi di jalur nasional Aceh-Sumut tepatnya Desa Namo Buaya kembali lancar seperti biasa. Arus banjir mengalir turun ke hilir hingga sampai ke Rundeng menyebabkan belasan rumah di pinggir sungai terendam banjir.
"Di Rundeng sedang banjir, dari 17 kampong di pinggiran sungai terdapat 16 desa terendam banjir," kata Camat Rundeng, Ihsan Dapit kepada portalsatu.com/ saat dikonfirmasi terkait kondisi perkembangan banjir di wilayah Rundeng.
Menurutnya, ketinggian banjir menggenangi permukiman penduduk di masing-masing desa bervariasi, terparah di Desa Suak Jampak mencapai satu meter.
Sedangkan di Kuta Beringin dan Siperkas ketinggian banjir sekira 80 centimeter. Hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi, mereka masih bertahan di kediaman masing-masing.
"Sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi, untuk kondisi debit air banjir saat ini sedang naik," ungkap Ihsan. []




