JAKARTA – Ir. Ester Fitrinika Herawati Wahyuningsih, Kasubdit Direktorat Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat, BAPPENAS apresiasi terhadap realisasi program Aslureti Kabupaten Aceh Jaya.

Hal tersebut disampaikan di sela Acara Sesi Informati Program Bantuan Tunai Untuk Penduduk Lanjut Usia (Aslureti) bertempat di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat (22/8).

 “Saya melihat bahwa di Kabupaten Aceh Jaya sudah mempraktetkan konsep-konsep community birth, family birth dan long time care, dan kami di pusat masih mengusahakan konsep itu, jadi saya senang sekali dengan adanya praktek-praktek ini di Aceh Jaya dengan menggunakan payung hukum berupa perbub, dan kita masih merevisi draff undang-undang lansia, mudah-mudahan ke depan kita lefel nasional mempunyai payung hukum yang lebih form nantinya,” kata Ester.

Mantan Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman, pencetus program Aslureti sebagai nara sumber pada forum tersebut, dalam presentasinya mengatakan bahwa, awalnya bantuan untuk lansia dilakuakan melalui lembaga baital mal, dalam bentuk snef (kategori orang penerima zakat) terkait dengan orang yang sudah uzur, berdasarkan laporan dari staf bahwa banyak lansia yang terlantar sampai membantu mengurus kebutuhan makan, perawatan dan tempatnya pun ada tidak layak huni.

“Sehingga hati saya terpanggil untuk menangani permasalahan tersebut, untuk segera ditangani, berdasarkan data statistik saya lakukan kebijakan melalui perbub untuk memberikan tunjangan sebanyak Rp. 200.000 perbulan untuk orang tua lanjut usia sejak tahun 2015, sehingga penaganan terhadap orang tua lanjut usia 70 dapat teratasi, serta juga pelayanan kesehatan kepada lansia baik pemberian makanan tambahan, pemeriksaan kesehatan secara rutin melalui posyandu Lansia dan pelayanan kesehatan home visi kepada masyarakat dengan segera cukupnya menelpon petugas kesehatan,” jelas Azhar.

Penyaluran aslureti langsung kepada penerima manfaat di Kabupaten Aceh Jaya juga dilakukan bersamaan dengan penyaluran raskin, beasiswa Aceh Jaya cerdas.

“Dalam sehari kita dapat melaksanakannya dalam dua kecamatan,” tambah Azhar.

Sementara Bupati Aceh Jaya, Drs. H. T, Irfan TB, dalam sambutannya pada kesempatan itu mengharapkan kepada pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat agar program aslureti yang telah dilaksanakan di Kabupaten Aceh Jaya, dapat motivasi dan menjadi stimulus bagi daerah serta juga pemerintahan pusat, agar dapat menjadikan program ini sebagai program nasional untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lansia di seluruh tanah air.

“Dan regulasi yang kami lakukan selama ini adalah regulasi daerah dalam bentuk peraturan bupati, dan kedepan kami akan lakukan dalam bentuk pearaturan daerah/qanun daerah,” , kata T. Irfan TB.

Ia mengatakan, acara sesi informasi dan evaluasi program Aslureti yang difasilitasi oleh Mahkota dan bertujuan untuk sharing informasi yang nantinya akan menghasilkan suatu rekomentasi untuk regulasi penerapan Program Aslureti yang telah di realisasisikan pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menjadi regulasi kepada daerah laian se-Indonesia.

Acara tersebut dihadiri dari Perwakilan Departemen LuarNegeri dan Perdagangan (DFAT) Australia, Ms. Joanne Sharpe,  Hector Salazar Salame, Pimpinan Program MAHKOTA, Sekretariat TNP2K, Sri Kusumastuti Rahayu, Spesialis Perlindungan Sosial dan Pasar Tenaga Kerja, Program Mahkota,  Ms. Karishma Huda,Para Kepala BAPPEDA dan Kepala Dinas Sosial dari Provinsi Aceh, Yogyakarta, Jaya Tengah,  Jawa Timur, Provinsi Bali, Papua serta Lembaga Donatur dan Lsm dari Luar dan Dalam Negeri.[] (Rilis Humas dan Protokol Aceh Jaya)