LHOKSEUMAWE – Batuphat Timur, Paloh Timu, Muara Satu, Kota Lhokseumawe, sejak tahun ini kembali membudayakan kenduri jrat dengan memotong seekor lembu sebagai lauk.

Seorang tokoh setempat, Jafar, S.Ag, mengatakan, tokoh masyarakat Batuphat Timu kini menguatkan kembali persaudaraan, untuk mempersatukan generasi muda turunan mereka.

Kata Jafar, memotong lembu untuk khanduri jrat di Hari Raya Idul Fitri, sebagaimana yang telah dilakukan di masa dahulu tapi telah berhenti beberapa tahun belakangan, adalah salah satu caranya.

“Kami hampir satu kakek nenek semuanya, yang penduduk asli. Kami saling kenal, tapi anak cucu kami belum tentu. Dua kompleks jrat (kuburan) yang dekat masjid dan pasar pagi merupakan pemakaman lama,” kata Jafar, di Batuphat Timur, Lhokseumawe, Ahad, 25 Juni 2017.

Makanya, kata dia, panitia telah mengundang sanak saudara di luar, yang keluarga mereka dikuburkan di sana, untuk berpartisipasi.

“Alhamdulillah, dengan berpartisipasi kerabat di rantau, cukup untuk kita sembelih seekor lembu besok atau hari raya kedua. Dan zakat fitrah tahun ini terkumpul sekira 13 ton lebih, biasanya sekira 12 ton,” kata Jafar mewakili panitia.