Secara umum seluruh ajaran Islam merangkum semua kebaikan, baik bersifat hubungan antarmanusia, diri dan lingkungannya atau yang bersifat vertikal ke Rabbnya.
Kesemua ajaran kebaikan itu yang bertumpu pada penyerahan diri kepada Allah, sejalan dengan yang dibawa para pengampu risalah kenabian. Untuk itu, Islam pula yang secara murni sebagai agama “langit”, karena ajaran Islam melepaskan diri menyekutukan Allah.
Dalam ajaran Islam, sebutan kebaikan digunakan dengan beberapa kata yang berbeda. Perbedaan ini juga mensinyalir adanya perbedaan dalam makna dan bobot kandungannya.
Ada enam bentuk level sebutan kebaikan yang dikenal oleh masyarakat muslim.
Pertama, “Birru”. Kata ini yang kemudian dikenal oleh para haji, dengan sebutan hari mabrur. Kata “birru” merujuk pada makna kebaikan yang tertinggi dan murni, terutama ketika seseorang bisa meninggalkan seluruh keburukannya.
Kedua, “Hasanah”. Ini merupakan buah dari amal yang diniatkan karena Allah, yang menjadi amal salih dan dihitung dalam catatan amal.
Ketiga, “Thayyib”, kata merujuk pada makna kebaikan yang bersifat fisik dan yang tampak, terutama dari yang dikonsumsi manusia atau dari segi pakaian dan keadaan lahiriah lainnya.
Keempat, “khair”, kata ini menunjukkan kebaikan yang telah menjadi sifat, karakter kualitatif seseorang/kamunitas yang berdampak pada skala personal dan sosial.
Kelima, “ma'ruf”. Yaitu tipe kebaikan normatif yang berlaku universal, seperti kebiasaan yang tidak menyebelahi syariat. atau peraturan lokal/negara yang menjadi acuan dalam interaksi sosial.
Keenam, “shalih”, kata ini menjadi pra syarat dalam merefleksikan iman lewal rangkaian amal yang beragam. Kata ini seakan merangkum semua kebaikan yang bersifat fisik, watak dan sifat batin, kemudian membias pada skala sosial dalam wujud ishlah, perbaikan….
Demikian sekilas tentang level makna kebaikan dalam terminologi Islam yang umumnya bersumber dari ayat ayat Alquran. Catatan ini juga diadaptasi dari kanal resmi UAH Official tentang “kajian kitab Iman dalam riwayat Imam Bukhari”.[]
Taufik Sentana
Ikatan Dai Indonesia Aceh Barat.




