JAKARTA – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Salemba, Jakarta Pusat, memudahkan pengunjung mendaftar sebagai anggota.
Cukup dengan menulis data diri sesuai kartu pengenal di komputer pendaftaran, lalu keluar nomor peserta, dan masuk ke ruangan petugas untuk difoto dan ambil kartu anggota.
Dalam lima menit, semua urusan selesai. Dan kartu keanggotaan itu berlaku selama lima tahun terhitung tanggal di hari kartu itu dikeluarkan. Itu, perpustakaan terpenting di Asia Tenggara.
Hal itu jauh berbeda dengan cara pengurus perpustakaan di Aceh. Yang mengharuskan calon anggota untuk mengisi formulir di kertas, harus tanda tangan keuchik atau atasan.
Pendaftaran menjadi anggota pembaca buku pustaka dibuat seperti penjahat yang dicurigai. Begitulah Aceh. Dan apakah kartu keanggotaan perpustakaan di Aceh berlaku lima tahun? Menurut kabar, di Aceh hanya berlaku setahun. Mental masa konflik.
Jikalau Anda ingin orang membaca buku, mengapa untuk menjadi anggota pustaka begitu dirumitkan? Semoga aturan cara menjadi anggota perpustakaan di semua tempat di Aceh segera diubah atau diperbaiki.[]


