BANDA ACEH – Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 2 Unggul Ali Hasjmy keluar sebagai juara harapan satu pada perlombaan perpustakaan terbaik sekolah se-Indonesia yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Perpustakaan SMA Negeri 2 Unngul Ali Hasjmy Kabupaten Aceh Besar yang menjadi juara satu pada perlombaan perpustakaan sekolah tingkat provinsi pada bulan Juli 2024 menjadi perwakilan Aceh untuk ikut berkompetisi ditingkat nasional. Perlombaan tersebut diikuti oleh enam perpustakaan sekolah terbaik di provinsi masing-masing yang dilombakan per klaster.
Kepala sekolah SMA Unggul Ali Hasjmy Amirul Kisra, S.Pd.,M.Pd, mengatakan sangat gembira dengan prestasi yang telah diraih oleh Perpustakan binaannya tersebut. Keikutsertaan SMA Unggul Ali Hasjmy dalam perlombaan tingkat nasional tersebut merupakan sebuah proses panjang yang penuh dengan tantangan. SMA Unggul Ali Hasjmy, dengan dukungan dari berbagai pihak berkomitmen untuk mendukung penuh program literasi yang dicanangkan pemerintah.
Sebagai kepala sekolah, Amirul Kisra bersama dewan guru secara langsung menyambut kembalinya Ibu Risma Zuarnita dari Jakarta di Bandara Iskandar Muda. Penyambutan tersebut turut hadir Syarwan Jhoni, S.Pd., M.Pd. Selaku kepala Cabang Dinas Pendidikan Banda Aceh Aceh Besar.
Ibu Risma Zuarnita mengatakan bahwa perlombaan Pustaka tersebut dilaksanakan di Hotel Inn Holiday Gajah Mada Jakarta Pusat sejak tanggal 17 sampai 21, September 2024, yang didiikuti oleh enam perpustakaan sekolah mewakili Sumatra.
Para peserta perlombaan tersebut adalah perpustakaan SMA Negeri 2 Unggul Ali Hasymi Aceh, Perpustakaan 17 SMA 17 plus Palembang Provinsi Sumatra Selatan, Perpustakaan SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, Perpustakaan Pelita SMK Negeri 1 Tanjung Pandan Provinsi kepulauan Bangka Belitung, Perpustakaan Mutiara Ilmu SMK Negeri 6 Pekanbaru Provinsi Riau, dan Perpustakaan SMA Negeri 1 padang Panjang Provinsi Sumatra Barat.
“Alhamdulillah saat ini memperoleh juara harapan satu (peringkat empat nasioal), Insya Allah ke depan kita akan melengkapi Pustaka kita dengan berbagai fasilitas sehingga menjadi juara satu Tingkat Nasional,” kata Amirul Kisra.
Melihat dari presentasi dari masing-masing peserta, perlombaan tersebut lumayan ketat dan menegangkan, di mana tidak hanya jumlah referensi dan luasnya gedung perpustakaan yang menjadi objek penilaian, tetapi mencakup inovasi, program literasi,serta hasil karya siswa dan guru berupa produk literasi.[]Rilis




