BANDA ACEH – Debat kandidat calon bupati Aceh Besar dilaksanakan di studio TVRI 19 Januari 2017 mengangkat pembahasan berbagai isu terkini. Salah satu persoalan menarik yang diangkat dalam debat terbuka itu adalah tentang penanggulangan sampah di Aceh Besar.
Calon orang nomor 1 dan calon orang nomor 2 di Aceh Besar ini ternyata mempunyai cara yang berbeda dalam hal menangani persoalan sampah yang ada di Aceh Besar.
Calon bupati dan calon wakil bupati nomor urut satu, Mawardi Ali-Husaini A Wahab mengatakan tempat pembuangan sampah di Aceh Besar sangat luas. Ia mengatakan tempat pembuangan akhir itu terluas di dunia.
“Kita punya tempat pembungan sampah untuk Aceh Besar dan Banda Aceh yang terluas di dunia. Luasnya mencapai 200 hektare,” kata Mawardi.
Menurut Mawardi, masalah penanganan sampah disebabkan karena kurangnya armada pengakut sampah. Ia juga mengatakan armada sampah yang ada sekarang belum bekerja maksimal dan cenderung tidak digunakan sesuai ranah kerjanya.
“Sangat miris ketika ada kabar yang menyebutkan armada pengangkut sampah diapakai untuk mengangkut pasir,” kata dia.
Ia mengatakan akan membenahi hal tersebut dengan menambah armada pengakut sampah dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengelola sampah.
Berbeda dengan calon bupati dan calon wakil bupati nomor urut dua. Pasangan Saifuddin Yahya-Juanda Djamal lebih memikirkan konsep jangka panjang selain membenahi hal yang bersifat jangka pendek.
Saifudfin atau yang akrab disapa Pak Cek mengatakan akan membenahi persoalan sampah mulai dari persoalan armada sampai ke persolan pola pikir masyarakat tentang kebersihan.
Mereka punya konsep untuk menata sampah dengan konsep pemahaman dan tata kelola yang utuh. Juanda Jamal mengatakan persoalan sampah bukan tanggung jawab pemerintah semata tapi tanggung jawan masyarakat semua.
“Kita akan berdayakan pemahaman tentang kebersihan. Seperti di Gampong Nusa, mereka punya bank sampah dan ini bisa menjadi penghasilan,” kata Juanda.
Kosep yang demikianlah yang akan diapakai pasangan nomor urut 2 untuk menanggulangi sampah yang ada di Aceh Besar. Selain mengelola armada pengangkut samapah mereka juga akan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan.[]

