LHOKSEUMAWE – Anggota Komisi X DPR RI Muslim, SHI., MM, memaparkan strategi mencapai wisata Aceh yang bisa diandalkan. Strategi ini disampaikan kepada peserta pelatihan dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan, yang digelar Kementerian Pariwisata RI di GOR Universitas Malikussaleh, Utuen Kot, Lhokseumawe, Senin, 12 Juni 2017.

Muslim menyebutkan Aceh memiliki potensi wisata luar biasa dan sangat layak menjadi salah satu destinasi penting untuk dikunjungi para wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Hanya saja, selama ini Aceh belum mengeksplorasi sumber tersebut sehingga wisata Aceh belum maksimal.

“Saya memiliki beberapa strategi untuk menciptakan wisata Aceh yang andal, ada beberapa item, saya yakin bila hal ini dijadikan patokan dasar kinerja dinas terkait dan pemerintah Aceh secara umum, maka ke depan wisata Aceh akan lebih besar dan menjadi salah satu penghasil devisa besar untuk daerah,” katanya.

Dia menyebutkan ada beberapa strategi yang perlu dilakukan. Antara lain mendata kembali seluruh objek wisata seperti pantai, air terjun di sejumlah daerah, tempat beribadah seperti masjid raya, dan destinasi menarik lainnya yang mampu memikat wisatawan. Dia juga meminta agar potensi wisata di sejumlah daerah seperti Sabang, Pulo Aceh, dan Pulau Banyak serta daerah lain kembali dilakukan pendataan.

Muslim juga meminta pemerintah untuk menyediakan peta dan buku panduan objek wisata yang menarik. Selain itu, Pemerintah Aceh juga diminta untuk memperbaiki infrastruktur jalan akses dan menyediakan fasilitas transportasi yang nyaman.

Muslim juga berharap masyarakat dan pelaku wisata dapat meningkatkan layanan dan keramahan terhadap pengunjung dari luar negeri dan wisatawan lokal, menjalin kerjasama antar stakeholder, seperti travel agent, hotel, restoran, pengrajin termasuk dengan pelaku seni budaya.

Sementara untuk pengembangan wisata sejarah, Muslim berharap Aceh memiliki banyak monumen. Salah satu monumen itu diharapkan dibangun di situs kerajaan Malikussaleh. Strategi terakhir adalah mengembangkan wisata seni dan budaya, karena menurutnya Aceh memiliki peradaban seni yang luar biasa dan sudah dikenal dunia. Seni dan budaya yang dimaksud Muslim seperti Saman, Seudati, Rencong dan Rumoh Aceh.

“Bila hal-hal mendasar itu benar benar diupayakan oleh pemerintah dan masyarakat Aceh, maka ke depan Aceh akan menjadi salah satu lokasi kunjungan wisata terbaik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Oleh sebab itu, mulai saat ini kita butuh SDM yang mumpuni untuk mengembangkan wisata andal,” katanya.

Ikut serta dalam pelatihan ini seperti Rektor Unimal Prof Apridar, Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Aceh Utara, Mawardi dan mantan Duta Wisata Aceh, Hijrah. Kegiatan yang diikuti 500 mahasiswa dan pecinta wisata di Aceh Utara dan Lhokseumawe ini difasilitasi oleh Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, dan Kementerian Pariwisata RI.[]