“Saya tidak tahu apa-apa tentang Irak, Iran, Afghanistan, Palestina, tidak ada apa-apa. Tapi, saya menghabiskan waktu bertahun-tahun menyebarkan kebencian, dan kebohongan buruk tentang orang, tempat, dan agama, saya tidak tahu apa-apa tentang itu dan senang melihat mereka dibom,” lanjutnya.

Kemudian pada saat Obama mencalonkan diri sebagai Presiden AS untuk pertama kalinya, dia bersumpah tidak akan membiarkannya terjadi. Hal ini karena dia menganggap Obama ‘Muslim’, seperti yang dikatakan kebanyakan orang.

Dia kemudian mencari dan membaca Alquran untuk mencari kesalahan. Namun ternyata Alquran mengubah hatinya, yang awalnya begitu benci terhadap islam.

“Alquran mengubah hati saya, dan seluruh hidup saya. Saya menyadari bahwa Alquran tidak mengajarkan kebencian seperti yang selama ini saya percayai,” kata dia.

Selanjutnya ia mulai belajar dan mencari tahu lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi di Timur Tengah. Dia juga mencari tahu bagaimana agama lainnya datang.

“Ketika saya mempelajari kebenaran, terutama keterlibatan saya dengan pemerintah, dan betapa manipulatifnya berita kami, saya sakit selama berhari-hari. Saya menangis begitu banyak, saya hampir dehidrasi,” paparnya.

Dia mengaku tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Namun dia juga mulai menyadari semua hal, dia pun memilih untuk mulai menyebarkan kebenaran, dan berharap orang lain akan turut sadar. Dia ingin orang lain mengetahui bahwa mereka telah dibohongi, dan dituntun untuk membenci yang bukan menjadi musuh yang sebenarnya.

“Saya berdoa untuk menjangkau lebih banyak orang dengan kebenaran, daripada yang pernah saya lakukan dengan kebohongan,” kata dia.[]sumber:republika.co.id