LHOKSEUMAWE – Pedalaman Aceh Utara ternyata menyimpan banyak pesona air terjun. Jika di era 90-an masyarakat hanya mengenal satu lokasi air terjun, yaitu air terjun Blang Kolam di Kecamatan Kuta Makmur, tetapi sekitar dua tahun lalu ada satu lagi air terjun destinasi baru yang luar biasa mempesona. Namanya, air terjun Tujuh Bidadari yang berada di Geureudong Pase.
Tak hanya itu, rupanya ada lagi destinasi air terjun yang tak kalah menarik di Aceh Utara. Letaknya tak jauh dari air terjun Blang Kolam. Warga setempat menyebutnya air terjun Rayap.
Lokasi tepatnya berada di perbatasan Gampong Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur dan Gampong Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara.
Air terjun Rayap sangat mudah ditemukan. Bila Anda berangkat dari Kota Lhokseumawe, jalur yang bisa diakses ke tempat nan indah bisa ditempuh dari Simpang Buloh menuju ke arah selatan ke Simpang Pasar Buloh Beurghang, Kuta Makmur. Sesampai di sana, Anda ambil jalur menuju ke Sidomulyo. Kira-kira 100 meter sebelum sampai jembatan menurun dari kawasan kebun kelapa sawit terdapat simpang tiga menuju ke arah utara.
Anda akan tahu itu jalur menuju ke Rayap, karena ada tulisan Air Terjun Blang Kolam di tembok bekas rumah. Kira-kira dari 200 meter dari simpang jalan berkerikil itu, terdapat gapura dan petugas jaga kawasan air terjun Blang Kolam.
Cukup bayar parkir mobil Rp10 ribu dan roda dua Rp5 ribu ke petugas jaga, Anda akan diarahkan menuju jalan akses ke air terjun. Jalur dari lokasi parkir ke air terjun hanya bisa dilalui dengan jalan kaki sekitar 10 menit. Sesampai di lokasi, mata anda akan dimanjakan dengan panorama indah bebatuan bertingkat di alur sungai yang dikelilingi kebun dan pohon rindang.
Lantas kenapa warga sekitar menamakan air terjun Rayap? Usman, salah satu petugas jaga mengaku di lokasi air terjun itu airnya dangkal. Orang dewasa bahkan anak-anak bisa merayap di kolam-kolam dangkal, di atas bebatuan, di bawah air terjun setinggi dua meter itu.
Air terjun ini baru dibuka oleh warga sekitar dua tahun lalu, dan sejak setahun lalu setiap akhir pekan banyak orang ke sini. Mereka lebih memilih Rayap dibandingkan air terjun Blang Kolam, karena ke Blang Kolam aksesnya lebih sulit dan terjal. Walaupunya jarak antara keduanya hanya beberapa puluh meter saja, kata Usman kepada portalsatu.com, Minggu, 16 April 2017.
Selain itu, air sungai di lokasi itu tidak pernah keruh. Mungkin disebabkan faktor alam yang masih sangat terjaga. Banyak bebatuan besar dan alur sungai dangkal. Oleh sebab itu lokasi Rayap sangat cocok untuk wisata air bagi keluarga.
Selain menjaga parkir, Usman juga selalu memberikan nasehat kepada pengunjung agar tidak melakukan hal-hal terlarang. Di antaranya seperti membuang sampah, mesum dan membuat perapian.
Dia mengingatkan agar pengunjung membawa bekal. Hal ini disebabkan tidak ada pedagang makanan di lokasi wisata tersebut. Jikapun ada, hanya penjual minuman ringan.
Warga setempat berharap, pemerintah memerhatikan lokasi wisata di kawasan mereka agar lebih mudah diakses para turis. Mereka juga meminta pemerintah daerah untuk membangun sarana-sarana penunjang, seperti akses jalan beraspal.
Bila lokasi wisata ini ramai, kami juga bisa mendapatkan pendapatan dari berjualan dan sebagainya, katanya.[]





