LHOKSEUMAWE – Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh (BEM Unimal) Zahri Abdullah mendesak manajemen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) segera memperbaiki jalan lingkungan perusahaan itu (jalur pipa gas) yang sudah rusak parah.
Tidak ada alasan lagi bagi manajemen PHE untuk mengatakan itu masih dalam perencanaan sebab sudah sekian lama masyarakat menanti janji tersebut. Sejak masih beroperasi ExxonMobil sampai beralih ke PHE, jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki, kata Zahri dalam siaran persnya, Minggu, 14 Februari 2016.
Zahri menyebut jalan rusak parah tersebut sudah merenggut korban lantaran terjadinya kecelakaan. “Jalan itu rusak parah akibat sudah dimakan usia serta sering terendam banji,” ujarnya.
“Kalau memang pihak PHE tidak mampu memperbaiki jalan itu, kami sarankan jalan tersebut dihibah atau diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, sehingga dapat diperbaiki dengan dana APBK,” kata dia lagi.
Menurut dia, Pemkab Aceh Utara masih mampu untuk memperbaiki jalan tersebut sesuai keinginan masyarakat jika aset itu sudah dihibahkan oleh PHE. Pihak PHE seharusnya lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat dan tidak membiarkan hal ini berlarut-larut, sebut Zahri.
“Jangan menunggu masyarakat bergerak untuk menyatakan sikap mengenai jalan tersebut, cukup sudah 30 tahun lebih masyarakat bersabar atas apa yang terjadi,” ujarnya.[]


