LHOKSUKON – Terlahir dengan nama Zuhdi, pria hitam manis ini lebih dikenal dengan nama Ady Bergek. Meski awalnya ia mengaku kurang suka dengan nama itu, namun siapa sangka justru nama itulah yang kini dielu-elukan masyarakat Aceh. Mulai dari anak-anak, remaja hingga kaum ibu.
Bergek lahir dan dibesarkan di Gampong Alue Dua, Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, 6 Juni 1992. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara buah cinta pasangan M. Thaib dan Rosmawati. Dibesarkan dari keluarga sederhana, membuatnya tidak tinggi hati meski kini telah menjadi idola masyarakat Aceh.
“Ayah saya seorang petani dan agen jual beli sepeda motor dan mobil. Saya terbiasa hidup di kampung. Bahkan saat kecil dulu saya juga ikut membantu mengembala kambing. Bagi saya hidup itu sebuah proses, semua butuh perjuangan,” kata Bergek kepada portalsatu.com via telepon seluler, Juma,t 26 Februari 2016, malam.
Bergek mengawali karirnya sebagai pemain figuran dalam film komedi Aceh, “Cinta Sedarah” pada tahun 2005. Awal 2006, ia kembali mendapat tawaran di film “Aneuk Meulang-lang”. Saat itu, ia menjadi tokoh utama dengan memerankan peran sebagai “Bergek”. Bakatnya pertama kali ditemukan oleh M. Nur Karma, seorang seniman di Lhokseumawe, yang ia anggap sebagai ayah angkatnya.
“Di film kala itu kurang mendapat respon dari masyarakat, maka saya ditawarkan untuk menyanyi. Kala itu lagu Aceh baru berkembang, jadi saingan pun cukup banyak. Masing-masing penyanyi berusaha mencuri simpati masyarakat melalui karakter yang diciptakan si penyanyi itu sendiri. Saat itu, M. Nur Karma meyakini saya punya karakter yang akan berkembang jika terus diasah. Alhamdulillah, beliau adalah guru saya, sehingga saya bisa menjadi seperti sekarang,” ujarnya.
Ditanya tentang cita-cita masa kecil sebelum menjadi penyanyi, Bergek menyatakan tidak punya cita-cita khusus. “Dari dulu saya hanya ingin menjadi orang sukses dalam bidang apa saja. Menjadi anak yang bisa membanggakan orang tua. Hanya itu, tidak lebih,” ucap Bergek.[](tyb)


