Salah satu ibadah yang harus dibudayakan dalam masyarakat ialah bersedekah. Terlebih di bulan Syakban ini. Bahkan, Allah SWT sangat memuliakan mereka yang bersedekah. Banyak hadis, ayat Alquran, dan atsar serta perkataan ulama yang mengupas kelebihan di balik bersedekah.
Ini seperti dilakukan salah seorang ulama terkenal dalam mazhab Imam Syafii, Syekh Ibnu Hajar Al Haitami. Ia merupakan sosok ulama berspesifiknya dalam ilmu hadis. Beliau mengumpulkan ratusan hadis mengenai keutamaan sedekah dengan judul Al Inaafah Fimaa Jaa Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah.
Setidaknya dengan banyaknya kelebihan bersedakah menjadi motivasi bagi kita dalam menambah pundi-pundi pahala, terutama di bulan Syakban ini. Penulis mencoba merangkumkan beberapa kelebihan dan fadhilah bersedekah.
Sedekah dapat menghapus dosa
Sedekah dapat menghapus dosa sesuai dengan hadis Rasulullah Saw., Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. (HR. Tirmidzi).
Diampuninya dosa seseorang tentu saja dengan sebab, salah satunya bersedekah. Namun hendaknya itu harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tugas kita berusaha untuk diampunkan dosa dan kesalahan.
Namun harus diluruskan juga anggapan sebagian masyarakat yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar impas tidak ada dosa. Tentu saja termasuk dalam olok-olok.
Sedekah memberi keberkahan pada harta
Seorang yang menghabiskan hartanya untuk bersedekah, sebenarnya bukan berkurang, tetapi esensialnya malah bertambah. Sebagaimana disampaikan Rasulullah Saw., Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya. (HR. Muslim, no. 2588)
Terkait hadis di atas, salah seorang ulama terkemuka dalam mazhab Syafiiayah, Syekh An-Nawawi menyebutkan maksud dengan hartanya tidak akan berkurang itu sebagaimana disebutkan dalam Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan, Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup dua hal: Pertama, hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi impas tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut impas tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.
Mendapatkan naungan di hari kiamat
Mereka yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari kiamat nantinya. Rasulullah Saw., menceritakan tentang tujuh jenis manusia yang mendapat naungan di suatu hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah, Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. (HR. Bukhari no. 1421)
Pahala dilipatgandakan
Kebahagian mereka yang bersedekah dengan semata-mata mengharap ridha Allah SWT, tentu saja pahala yang didapatkan berlipat ganda. Bahkan, dengan kunci keikhlasan tidak dapat diukur pahalanya. Salah satu firman yang menjelaskan dilipatgandakan pahala bersedekah, tersebut di dalam Alquran, Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. (QS. Al Hadid: 18)
Banyak kelebihan bersedekah terutama di bulan Syakban ini. Kita mencoba untuk menabung di Bank Akhirat dengan terus memperbanyak bersedekah di bulan Syakban. Namun esensial sedekah itu tidak harus dengan uang atau bentuk materinya. Masih banyak media untuk bersedekah termasuk menebarkan senyuman kepada sesama. Sungguh indahnya Islam.[]



