BANDA ACEH – Seekor beruang madu (helarctos malayanus) berjenis kelamin betina yang telah dioperasi di Lab Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah, kini dibawa menuju Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.
Setelah dioperasi, kini beruang madu yang terkena jerat masyarakat di Gampong Ie Tarik 2, Kec. Simpang Keramat, Lhokseumawe, dibawa oleh anggota BKSDA Aceh.
Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, setelah operasi beruang yang sebelumnya terkena jerat masyarakat tersebut akan dirawat di Kantor BKSDA Aceh.
“Kalau sudah bisa keluar dari FKH (Fakultas Kedokteran Hewan) ya kami rawat di BKSDA,” kata Sapto melalui pesan singkat aplikasi WA kepada portalsatu.com, Jum'at, 28 April 2017.
Selama dirawat di Kantor BKSDA Aceh, Sapto mengatakan perawatan akan langsung ditangani oleh tim dokter dari FKH yang datang ke kantor.
“Biasanya begitu, mereka akan kontrol secara rutin,” kata Sapto.
Terkait masa penyembuhan, Sapto mengatakan, setelah pulih akan diassesment, apakah bisa direlease atau tidak.
“Kalau tidak bisa ya harus kami titipkan di lembaga konservasi,” katanya.[]


