JAKARTA – Bank Indonesia menyiapkan kebutuhan uang tunai (outflow) sebesar Rp157,96 triliun pada periode Ramadan/Idulfitri tahun ini. Jumlah tersebut turun sebesar 17,7 persen dibandingkan periode tahun lalu.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko melalui rilis No. 22/34/Dkom menjelaskan, kebutuhan tersebut telah memerhatikan antisipasi kebutuhan selama bulan Ramadan, libur Idulfitri, serta kebijakan dan stimulus pemerintah kepada masyarakat selama periode penanganan dampak pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), termasuk pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Bank Indonesia berkomitmen menyiapkan kebutuhan uang tunai tertinggi pada periode Ramadan dan Idulfitri. Kebutuhan tertinggi terjadi di daerah Jabodetabek yang diperkirakan sebesar Rp38,0 triliun,” jelasnya.
Dalam mencegah perluasan penyebaran Covid-19, BI mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QRIS (QR Code Indonesian Standard).
Berbeda dari tahun sebelumnya, memerhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat dalam memitigasi penyebaran Covid-19, layanan penukaran uang kepada masyarakat yang biasanya disediakan melalui penyediaan penukaran di lokasi umum, pada tahun ini hanya disediakan melalui loket di bank.
Terkait hal tersebut, BI telah berkoordinasi dan meminta perbankan, agar dalam memberikan layanan penukaran uang menegakkan protokol pencegahan Covid-19 pada masa PSBB secara ketat yang telah ditetapkan Pemerintah. Protokol tersebut antara lain penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing.
Penukaran uang untuk masyarakat akan dilayani oleh 3.742 Kantor Cabang (KC) bank di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 344 KC bank di daerah Jabodetabek dan 3.398 KC bank di wilayah luar Jabodetabek terhitung mulai dari tanggal 29 April sampai 20 Mei 2020. [**]



