Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaInspirasiTeknoBijak Bermedia Sosial,...

Bijak Bermedia Sosial, Jangan Asal Sebar di Internet

LHOKSUKON – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Selasa, 23 November 2021 pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Jangan Asal Sebar di Internet”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen mahasiswa Unimal, mahasiswa IAIN, guru, dan masyarakat umum, dihadiri oleh sekitar 578 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Syali Gestanon, S.Sos., Kepala Seksi Pengelolaan dan Aspirasi Publik Dinas Kominfotik; Jimi N. Mahameruaji, M.Si., Dosen Prodi Televisi dan Film Fikom Unpad; dr. Teuku Ilhami Surya Akbar, M.Biomed., Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh; dan Zanzibar, S.Sos.I., M.Sos., Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe. Donny Antoro sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada Sesi pertama tampil Syali Gestanon, S.Sos., memaparkan ruang digital itu bentuknya banyak sekali seperti marketplace, website, sosial media dan masih banyak lagi.

Giliran pembicara kedua, Jimi N. Mahameruaji, M.Si., menjelaskan data digital itu mudah untuk di-copy, publikasi, screenshot. Teknologi itu dibuat untuk kehidupan menjadi lebih baik, dipermudah atau lainnya, tetapi ada saja orang yang melakukan yang seenaknya.

Tampil sebagai pembicara ketiga, dr. Teuku Ilhami Surya Akbar, M.Biomed., mengatakan era digital adalah kolaborasi manusia dan teknologi, Smartphone dengan asisten pribadi, hemat waktu dalam bekerja, informasi mudah tersebar ke seluruh dunia.

Pembicara keempat, Zanzibar, S.Sos.I., M.Sos., menuturkan youtube merupakan penggunaan terbanyak di Indonesia, banyak orang yang mempunyai youtube, ketika orang mempunyai gmail otomatis sudah ada akun youtube.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Adrian Riski yang bertanya bagaimana bagaimana cara melawan dan mengatasi konten negatif seperti provokasi dan berita hoaks ? Apakah media sosial akan bisa terbebas dari konten negatif tersebut? Serta bagaimana langkah kita agar dapat terhindar dari konten negatif sehingga kita dapat disebut orang yang ber-Etika dalam dunia digital?

Narasumber Zanzibar, S.Sos.I., M.Sos., menanggapi kasus hoaks ini dalam islam sejak nabi itu masih ada. Kita harus memulai terlebih dahulu dari terkecil, mulai lakukan apa yang kitab isa. Ketika kita melakukan yang menurut kita bagus. Semua yang kita lakukan akan lebih baik walaupun sedikit.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Utara. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril)

Baca juga: