BANDA ACEH – Partai Demokrat Aceh menggunakan jasa Jaringan Suara Indonesia dari Jakarta sebagai lembaga survei kepala daerah yang dilaksanakan partai tersebut. Hasil survei ini akan diumumkan akhir April 2016 mendatang ke publik.

“Kita sengaja tidak memakai lembaga survei lokal agar netralitasnya terjaga. Dan bila lembaga survei memakai tenaga lokal, maka akan ada pertukaran tenaga lintas daerah,” kata kata Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT, kepada media di Banda Aceh, Jumat, 8 April 2016.

Dia mengatakan lembaga survei tersebut dikontrak dengan biaya total mencapai Rp 1,3 miliar. Sumber anggaran ini berasal dari kader partai di parlemen seluruh Aceh. Nova mengatakan Demokrat sengaja tidak mengutip biaya sepeser pun dari kandidat bakal calon kepala daerah yang mendaftar.

“Kita serius ingin mengusung kepala daerah yang berkualitas,” ujar Nova Iriansyah didamping Ketua Tim Seleksi Kepala Daerah Partai Demokrat, M Yunus Ilyas.[](bna)