SUBULUSSALAM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengevakuasi satu ekor gajah liar berjenis kelamin betina dari kawasan hutan di Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam menuju Bengkung perbatasan Kota Subulussalam, Aceh Selatan dan Aceh Tenggara.
Proses evakuasi gajah liar yang sebelumnya kerap memasuki permukiman penduduk di Tangga Besi dan Subulusslam Timur dan Subulusslam Utara itu melibatkan lima gajah jinak yang didatangkan dari Saree, Aceh Besar, dan Trumon, Aceh Selatan serta gajah jinak dari Dinas Kehutanan Aceh.
“Pertama untuk mendekati, menundukkan gajah liar, terus untuk narik itu minimal kita butuh dua gajah,” kata Kepala BKSDA Provinsi Aceh, Sapto Aji Prabowo kepada portalsatu.com/, Minggu, 9 Desember 2018 setelah pihaknya berhasil melakukan evakuasi gajah liar di Tangga Besi setelah ditembak bius.
“Iya itu gajah liar, selama ini sering masuk perkebunan masyarakat, sudah kita evakuasi,” katanya.
Sapto Aji Prabowo menyebutkan, hewan dilindungi itu diperkirakan berumur sekitar 20 tahun memiliki bobot 2,5 ton direlokasi ke hutan wilayah Bengkung di kawasan hutan lindung, di sana gajah liar ini akan bergabung dengan kawanan gajah lainnya yang berada di lokasi tersebut.
“Hari ini sudah dibawa menuju Bengkuang menggunakan mobil dump truck, di sana gajah liar ini nantinya akan bergabung dengan kawanan gajah lainnya yang selama ini berada di Bengkung,” ungkapnya.
Sebelumnya dalam beberapa bulan terakhir gajah tersebut kerap memasuki areal perkebunan warga di Tangga Besi menyebabkan kelapa sawit milik masyarakat rusak akibat diamuk hewan berkuping besar itu.
Bahkan sejak sebulan terakhir hewan dilindungi ini masuk ke permukiman penduduk di Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, dan nyaris merusak rumah warga. Kondisi ini sempat menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Mudah-mudahan setelah kita evakuasi ini, tidak ada lagi gajah liar di Subulussalam,” kata Sapto Aji Prabowo.
Sapto Aji Prabowo mengakui bahwa laporan masyarakat dua tahun lalu menyebutkan ada dua ekor kawanan gajah liar. Namun, kata Sapto Aji Prabowo, setelah pihaknya mengecek melalui kamera trap hanya satu ekor gajah yang berada di wilayah Kota Subulussalam.
“Itu laporan dua tiga tahun yang lalu, setelah kita cek betul dengan kamera trap, ternyata hanya ada satu,” ujarnya.[]




