LHOKSEUMAWE – Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Lhokseumawe menyatakan Kota Lhokseumawe, Aceh, dan sekitarnya berpotensi mengalami kekeringan.

Hal itu disebabkan sedikitnya curah hujan dan berlangsungnya kemarau sepanjang bulan ini.

Prakirawan BMKG Kharendra Muiz menyebutkan, sejak Maret hingga Juni mendatang intensitas hujan sangat rendah di wilayah itu.

Pantauan citra satelit menunjukan tidak ada pembentukan awan konvektif atau awan penghujan di kawasan Lhokseumawe.

Selain itu, sambung Kharendra, kondisi panas di Lhokseumawe sangat menyengat, karena penyinaran kawasan itu maksimal karena tidak tertutup awan dan suhu udara mencapai 33,8 derajat selsius.

“Suhu udara tersebut berpeluang bertambah pada bulan Juni mendatang, karena sudah memasuki puncak musim kemarau dan posisi matahari tepat berada di lintang utara, apalagi termasuk ke dalam kategori kemarau kering,” kata Kharendra, Sabtu (26/3/2016).

Dia menambahkan, pada bulan Juni mendatang suhu udara lebih meningkat, bisa mencapai 34 derajat selsius.

“Wilayah kita ini termasuk dalam kategori kemarau kering, karena intensitas hujannya lebih sedikit,” ucap Kharendra.

BMKG stasiun Lhokseumawe lanjut Kharendra, mengimbau masyarakat untuk selalu memaki pelindung apabila keluar dari rumah dan selalu minum air putih yang banyak.

Ini diperlukan agar terhindar dari dehidrasi.[]Sumber:kompas.com